Karimun Belum Berlakukan Kantong Plastik Berbayar

1936
Pesona Indonesia
Kantong plastik. foto:net
Kantong plastik. foto:net

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun, hingga saat ini belum memberlakukan kantong plastik berbayar di setiap ritel modern maupun swalayan-swalayan di wilayah kabupaten Karimun. Padahal sudah keluar Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup nomor SE-06/PSLB3-PS/2015, tentang Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Usaha Retail Modern.

” Hingga sekarang belum kita berlakukan kantong plastik berbayar di Karimun. Itukan berlaku di kota-kota besar, namun tidak tertutup kemungkinan bisa di berlakukan disini. Tergantung kebijakan Pemerintah Pusatlah,” jelas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Karimun, Muhammad Hasbi, di Tanjungbalai Karimun, kemarin (1/3).

Walaupun demikian, pihaknya menghimbau kepada konsumen agar mengurangi pemakaian kantong plastik. Agar bisa mengurangi pencemaran lingkungan yang bersumber dari sampah plastik. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, masyarakat harus memanfaatkan limbah plastik jadi barang berharga.

” Limbah plastik bisa dimanfaatkan. Salah satunya kehadiran Bank Sampah Madani, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengumpulkan plastik yang tidak terpakai bisa di jual ke sana,” ungkapnya.

Dari informasi saat ini, jumlah timbunan sampah kantong plastik terus meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir. Sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahun.

Terpisah salah seorang pedagang warung, Lina, ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan bahwa dirinya tidak sependapat dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Sebab, sangat memberatkan bagi pelanggan dan tidak berdampak langsung terhadap limbah sampah.

”Intinya sih kesadaran masyarakat saja kok. Selain itu Pemda Karimun harus terus menggalakan diet kantong plastik,” katanya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar