Niat Lapor Teman, Remaja Ini Malah Dipolisikan Ibunya

613
Pesona Indonesia
Ilustrasi remaja mabuk. Foto: istimewa
Ilustrasi remaja mabuk. Foto: istimewa

batampos.co.id – Niat melaporkan temannya sendiri ke polisi, MN, 15, seorang remaja tanggung yang tengah terpengaruh minuman keras malah dimarahi polisi. Ucapannya yang bertele-tele membuat polisi geram. Bahkan, orangtua MN sendiri meminta kepada polisi agar anaknya tersebut ditahan.

Kejadian bermula saat, MN bersama temannya Ardi, 23, mendatangi kantor polisi Batuaji, Selasa (1/3/2016). Suaranya yang keras berteriak mengancam Yori, 25, seorang pemuda yang telah memukul kepalanya menggunakan helm. “Tangkap pak. Dia mukul saya,” ujar MN dengan suara tidak normal.

Dua orang polisi yang tengah piket meminta penjelasan MN. Namun kembali ia bertele-tele. Temannya Ardi pun ikut membantu menjelaskan. “Mereka ketemu di simpang Basecamp pak. Tiba-tiba MN menuduh Yori telah mencuri tabung gasnya. Kami betiga bekawan pak,” kata Ardi kepada polisi.

Yori yang tak terima dituduh pun menampar pipi MN, yang diketahui masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Batuaji itu. Aksi dorong-mendorong pun terjadi. Kesal, dengan tuduhan itu, Yori pun langsung melayangkan helm LTD warna birunya ke wajah MN.

“Saya juga tak tahu tabung mana yang dia maksud,” ujar Ardi.

MN yang tengah diam kembali memanas saat Yori mendatangi Mapolsek Batuaji. Ia meradang melihat temannya dengan santai duduk di samping polisi. “Mana tabung gas, mana tabung gas. Kamu udah nyuri tabung gas saya. Sekarang malah mukul saya pakai helm,” ujar MN kepada Yori.

Suasana yang sempat memanas langsung sunyi saat seorang polisi menghardik MN. Mencium aroma minuman keras yang kental dari mulut MN, polisi yang kesal tambah kesal. “Sekarang kau panggil orangtuamu suruh ke sini,” ancam polisi.

Setelah 30 menit MN mencoba menghubungi dan mengirimkan SMS, akhirnya ibu MN membalas SMS. Isinya, “Ngapain kau telepon mama, seharusnya kau hubungi teman-temanmu atau abang-abangmu. Masa mereka ngga bisa ngurus kau. Sekarang, apapun masalah kau, urus sendiri lah, mama capek”.

“Tak mau mamak saya ke sini pak,” ujar MN kepada polisi dengan lugunya.

Kekesalan orang tua MN bukan tanpa alasan. Sebagai orang tua tunggal, ia kewalahan menangani kenakalan anaknya tersebut. Melalui sambungan telefon dengan polisi, orang tua MN yang merupakan pengusaha oleh-oleh khas Batam itu mengaku jika anaknya sudah sering keluar masuk kantor polisi.

Sambil menangis orang tua MN meminta agar polisi membina anaknya. Ia juga meminta ponsel dan sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijaunya ditahan di kantor polisi.

“Kalau boleh tahan saja pak. Besok saja jemput. Biar dia (MN-red) jera dan tak mau lagi bikin ulah,” ucapnya kepada polisi. (rng)

Respon Anda?

komentar