Parkir Sistem Karcis Diterapkan Hari Ini di Tanjungpinang

616
Pesona Indonesia
Mulai hari ini parkir di Tanjungpinang, khususnya di Tepilaut menggunakan karcis. foto:yusnadi/batampos
Mulai hari ini parkir di Tanjungpinang, khususnya di Tepilaut menggunakan karcis. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Sistem karcis untuk kawasan Tepilaut ditetapkan secara resmi pada 1 Maret 2016. Sementara penerapan sistem karcis secara menyeluruh se-Kota Tanjungpinang diberlakukan 15 Maret 2016 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi berharap masyarakat Kota Tanjungpinang mau bekerja sama dalam menyukseskan sistem perparkiran tersebut.

“Diharapkan meminta karcis kepada juru parkir. Jika juru parkir tidak memberikan karcis, tidak usah membayar parkir,” ujar Wan Samsi, Selasa (1/3).

Sebagai tahap awal, penerapan akan diberlakukan untuk kawasan Tepilaut, yaitu mulai dari Ocean Corner depan Gedung Daerah, sampai ke kawasan Tugu Pensil. Pihak Dishub juga telah melakukan penataan juru parkir, memberikan tanda pengenal, SK juru parkir dan juga rompi dari Dishub.

Setelah kawasan Tepilaut, pada tanggal 15 Maret 2016 penerapan sistem karcis akan diberlakukan menyeluruh. “Sosialisasi kan sudah dilaksanakan sebulan terakhir ini. Jadi bulan ini kami langsung aksi. Jadi tak ada alasan masyarakat tidak tahu,” ujarnya.

Wan Samsi menyarankan bagi pengguna jasa parkir yang sangat sering memarkirkan kendaraan di satu kawasan, untuk menggunakan tarif bulanan, karena lebih hemat. Tarif parkir bulanan yang dipatok untuk kendaraan roda dua sebesar Rp45 ribu perbulan, sedangkan untuk kendaraan roda empat Rp120 ribu. “Itu lebih hemat jika dalam satu hari harus memarkirkan kendaraan berkali-kali di satu tempat. Nak parkir beratus kali pun tak masalah,” ujarnya.

Wan Samsi menjamin tidak akan terjadi kecurangan dan penyalahgunaan terhadap penggunaan karcis. Sebab, karcis tersebut telah dilengkapi dua tanda pengaman. “Jika masyarakat di lapangan melihat karcis yang diragukan, bisa melapor untuk dicek fisik,” ujarnya. Dengan penerapan sistem karcis, Wan Samsi menjami tidak terjadi pungutan liar (Pungli) dan mafia parkir.

“Jika ada keluhan dari masyarakat dapat menghubungi 085288021566 dan 08126101825,” ujarnya.

Sementara Kabid Perhubungan Darat, Muhammad Yamin menjelaskan, pihaknya menggandeng Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tanjungpinang untuk proses melegalkan karcis yang telah dicetak Dishubkominfo Kota Tanjungpinang.

Potensi pendapatan retribusi parkir dapat dilihat dari jumlah karcis yang telah disiapkan. “Jika karcis parkir untuk roda dua sebanyak 100 lembar, maka pendapatan Rp100 ribu. Berlaku juga untuk roda empat, tinggal mengalikan jumlah karcis dengan tarif per kendaraan. Itu untuk hitungan kotor belum dipotong 40 persen untuk juru parkir,” ujarnya. Dengan begitu, kecurangan tidak akan terjadi.

Bagaimana dengan sistem bagi hasilnya? “Juru parkir mendapat perolehan 40 persen dari uang yang disetorkannya,” ujarnya.

Juru parkir menyetorkan pendapatan parkir kepada Dishubkominfo setiap hari. Sementara pembagian hasil, akan dilakukan Dishub kepada juru parkir dalam rentang 5-7 hari. Yamin mencontohkan, jika dalam 5-7 hari setoran juru parkir sebesar Rp2 juta, maka juru parkir memperoleh Rp800 ribu. Begitu seterusnya,” ujarnya.

Artinya, lanjut Yamin, besaran gaji yang diperoleh setiap juru parkir tergantung dengan banyaknya setoran yang diberikan ke Dishubkominfo.

Untuk menghindari kecurangan juru parkir, Yamin berharap masyarakat meminta karcis parkir. “Ambil saja karcisnya, jangan mau termakan alasan yang mengatakan karcis habis. Pokoknya harus karcis resminya,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar