Petani Lada Lingga Butuh Pupuk Subsidi

975
Pesona Indonesia
Petani lada di Lingga minta pemerintah membantu pupuk subsidi. foto: hasbi/batampos
Petani lada di Lingga minta pemerintah membantu pupuk subsidi. foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Potensi perkebunan lada di Lingga sangat menjanjikan. Puluhan hektar lahan-lahan milik masyarakatpun digarap dan ditanami lada karena miliki harga pasaran yang cukup menjanjikan. Mulai Rp 150 hingga Rp 200 ribu perkilogram. Sayangnya, pekerjaan masyarakat ini belum mendapat perhatian pemerintah daerah untuk membantu masyarakat dalam suplai pupuk subsidi.

Rani, salah seorang petani lada mengaku menjalankan perkebunan lada cukup mudah. Mulai dari bibit, junjung atau kayu dapat diambil lokal. Begitu juga perawatannya karena sangat sedikit sekali hama tanaman merambat tersebut. Hanya saja pupuk menjadi beban berat karena selama tiga tahun terakhir belum ada pupuk subsidi yang tersedia di Kabupaten Lingga.

“Dikebun, ada lah sekitar 4000 tanaman lada. Mulai dari benih, junjung kayu kita ambil lokal banyak di hutan sini. Yang berat adalah pupuk, kalau ada pupuk subsidi pasti beban kita bisa berkurang,” tutur Rani, kepada wartawan Batam Pos, Senin (1/3).

Dalam setahun, kata Rani, kebutuhan pupuk untuk 4.000 batang tanaman paling sedikit mencapai 3 ton. Pupuk jenis urea dan MPK ia beli dari toko-toko di Daik Lingga. Harganya mulai Rp 10 ribu perkilogram. Selama berkebun, hal serupa juga dikeluhkan petani lada lainnya.

“Kita harapkan ada pupuk subsidi lah. Boleh juga bantu-bantu kami para petani. Di Sungai Besar ada puluhan hektar lahan lada, di Limbung juga banyak, Malar dan daerah Teluk juga,” katanya lagi.

Ia berharap, pertanian lada menjadi salah satu perhatian daerah. Agar menyediakan pupuk subsidi bagi kebutuhan petani lada di Lingga. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar