Polisi: Pelaku Disebut Tak Normal karena Menolak …

1186
Pesona Indonesia
Kapolsek Lubuk Baja Kompol I Dewa Nyoman ASN, bersama jajarannya saat menunjukkan ke media pembunuh Yuyun, Rabu (2/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kapolsek Lubuk Baja Kompol I Dewa Nyoman ASN, bersama jajarannya saat menunjukkan ke media pembunuh Yuyun, Rabu (2/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian Sektor Lubukbaja, Suyanto alias Yanto alias Tesi mengungkapkan alasan korban (Yuyun) menyebutnya tidak normal karena pelaku menolak permintaan korban untuk berhubungan intim.

“Dari keterangan pelaku dia dikatai tidak normal karena menolak ajakan hubungan badan oleh korban,” ungkap Kapolsek Lubukbaja Kompol I Dewa Nyoman ASN, Rabu (2/3/2016).

Karena kesal dibilang tidak normal, palakupun gelap mata hingga menghabisi nyawa Yuyun dan membuat Maman mengalami Kritis akibat sabetan pisau di bagian kepalanya.

Yanto mengaku menolak berhubungan intim karena ingin menghargai korban.  “Saya gak mau berhubungan karena dia sudah punya anak),” ujar Yanto saat ditemui di Mapolsek Lubukbaja.

Lebih lanjut Suyanto mengatakan, ia tak mau melayani permintan korban juga karena takut korban berfikiran ia mau sama korban karena hanya ingin berhubungan badan saja.

“Lagian kalau saya lakukan (berhubungan badan, red) dia bisa dinilai perempuan gak bener, jadi aku gak mau kayak gitu,” kata Yanto.

Ia pun mengaku sangat sayang Yuyun, namun ia tidak tau kenapa bisa khilaf. “Saya bingung kenapa bisa lakukannya (pembunuhan, red),” ujarnya lagi.

Atas perbuatannya, pelaku terancam pidana kurungan minimal 9 tahun penjara. “Sementara kita terapkan 338 dan 351 ayat 3 dengan ancaman minimal 9 tahun penjara,” ujar Dewa.(eggi)

Respon Anda?

komentar