Wahai Rakyat Bintan, Laporkan Bila Temukan Raskin Tak Layak Konsumsi

285
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah pusat masih tetap menggulirkan program beras bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau yang akrab disebut raskin di tahun 2016 ini. Sayangnya, masih ada sejumlah laporan yang menyebutkan beras subsidi itu berkualitas rendah dan bahkan ada pula yang menyebutkan tidak layak konsumsi.

Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar mengenai keseriusan niatan pemerintah meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Bintan, Kartini mengimbau, agar masyarakat lekas melapor bila mendapati beras subsidi itu tak layak konsumsi. ”Laporkan saja biar nanti diganti,” ujar Kartini, kemarin.

Lebih lanjut Kartini menjelaskan, mekanisme pelaporan beras subsidi tak layak konsumsi itu mesti terlebih dahulu ditulis dalam sebuah berita acara di tingkat kecamatan. Setelahnya, pihak kecamatan bakal membawa berita acara tersebut ke Bulog agar beras subsidi yang sudah beredar dan tak layak konsumsi itu ditarik dan diganti dengan yang baru.

”Memang seperti itu mekanismenya,” terang Kartini.

Soal permintaan masyarakat agar kualitas beras subsidi itu diganti, Kartini menerangkan, pagu harga beras subsidi sudah ditentukan pemerintah pusat, sehingga tidak bisa dipangkas atau ditambah.

”Jadi kalau perminataannya diganti yang lebih layak, dalam artian yang lebih mahal, ya mesti ada dulu peningkatan pagu dari pusat,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua RT 6 di Desa Pengujan, Sariyah sempat mengeluhkan kualitas raskin yang diterima sejumlah warganya. Mengutip laporan yang diterimanya, masyarakat menilai raskin yang dibagikan Bulog, ada kalanya tidak layak konsumsi.

”Karena macam makanan ayam. Harusnya bisa diganti dengan beras lebih bagus. Biar orang-orang suka,” ungkapnya. (muf)

Respon Anda?

komentar