Warga Tolak Keberadaan TNI di Baloi Kolam

949
Pesona Indonesia
Kapolda Kepri brigjen Sam Budigusdian serta jajarannya mengunjungi daerah tanah sengketa di Baloikolam, Selasa (1/3/2016). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Kapolda Kepri brigjen Sam Budigusdian serta jajarannya mengunjungi daerah tanah sengketa di Baloikolam, Selasa (1/3/2016). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Seluruh warga Baloi Kolam menegaskan akan terus memblokir jalan menuju kawasan perumahan mereka sebelum mendapatkan solusi atau kesepakatan dari pihak perusahaan dan pemerintah. Mereka juga meminta aparat TNI yang selama ini menempati lokasi untuk segera angkat kaki.

Situasi di lahan Baloi Kolam, Selasa (1/3/2016) kemarin sempat memanas. Truk yang diduga milik perusahaan mencoba menerobos jalan yang diblokir. Namun, aksi itu diketahui warga dan nyaris terjadi keributan.

“Kami tidak akan membuka kayu penutup jalan itu sebelum ada solusi yang jelas. Dan kami inginkan tidak ada aktivitas apapun di lokasi termasuk keberadaan TNI,” ujar Iren, warga setempat.

Menurutnya, hingga mendapatkan solusi, pihak perusahaan tak berhak melakukan pengerjaan di lokasi menggunakan alat berat. Bahkan mereka merasa terintimidasi dengan keberadaan aparat TNI di lokasi.

“Mereka (pihak perusahaan) kerja jam 12 malam saat kita tidur. Dan TNI di sini bukan untuk mengamankan,” sambung Isma, warga lainnya.

Dia menjelaskan pihak perusahaan tidak berhak melakukan penggusuran secara paksa. Pasalnya, warga setempat sudah menempati lokasi itu sejak belasan tahun yang lalu.

“Carikan saja solusinya. Kita tidak akan membuat kerusuhan jika tidak ada penyelesaian,” paparnya.

Sementara itu situasi memanas di lokasi langsung mendapat perhatian dari Komisi 1 DPRD Batam. Rombongan yang terdiri dari Ketua Komisi 1, Nyanyang Haris Patimura, Nono Hadi Siswanto dan beberapa anggota dewan lainnya.

Dihadapan warga Nyanyang menjelaskan akan mencari solusi terbaik untuk warga. Dengan memanggil mengundang pihak perusahaan dan BP Batam.

“Kita akan memanggil BP dan perusahaan. Termasuk membicarakan dengan kepala TNI,” tegasnya. (opi)

Respon Anda?

komentar