3.000 Turis Asing Sudah di Palu untuk Melihat Gerhana Matahari Total

696
Pesona Indonesia
Gerhana Matahari Total (GMT).
Gerhana Matahari Total (GMT).

batampos.co.id – Upaya Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi fenomena alam gerhana matahari total (GMT) sebagai objek wsiata yang didapu dengan berbagai kegiatan, membuahkan hasil. Sedikitnya 3000 turis asing dari berbagai negara bertolak ke Palu, Provinsi Sulawesi Tengah hanya untuk meyaksikan momen langka tersebut.

“Iya, saat ini sekitar tiga ribu orang turis mancanegara yang hendak memburu menyaksikan gerhana matahari total, sudah masuk ke Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, Kamis (3/3/2016).

Para turis tersebut kata Longki, kini sudah memenuhi sejumlah penginapan-penginapan yang ada. Padahal GMT diperkirakan baru akan berlangsung 9 Maret mendatang.

“Ini adalah suatu kesempatan. Kami siap meladeninya turis yang datang,” kata Longki.

Longki memerkirakan gelombang para turis yang masuk ke Sulteng masih akan bertambah dalam beberapa hari ke depan. Bahkan diperkirakan bisa mencapai 5000 jiwa pada puncak GMT nantinya.

Karena itu untuk memaksimalkan pelayanan, Pemprov Sulteng juga membangun monumen GMT di Anjungan Nusantara, Pantai Talise, Teluk Palu. Rencananya, Monumen GMT tersebut akan diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Lintasan GMT di Sulawesi Tengah, paling tidak di enam daerah,” ujar Longki.  Beberapa daerah tersebut antara lain di Gumbasa Kabupaten Sigi, Kota Sigi dan Kabupaten Poso.(jpnn)

Baca Juga:
> Kementerian Pariwisata Genjot Usaha Homestay
> Ada Kolosal “Mendulang Timah” di Festival GMT Belitung
> Warga Kepri Bisa Nikmati Gerhana Matahari 9 Maret, Tapi Tidak Total

Respon Anda?

komentar