8,5 MegaWatt untuk Pulau Ngenang

379
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pulau Ngenang, Nongsa, Batam tak perlu lagi mesin genset untuk menerangi rumah penduduk. Kini mereka mendapat pasokan listrik sebanyak sebesar 8,5 MegaWatt (Mw) melalui jaringan interkoneksi bawah laut Batam–Bintan.

Manajer Senior Public Relations PT Perusahaan Listrik Negara (PLN),  Agung Murdifi mengatakan, masuknya jaringan listrik untuk Pulau Ngenang  sangat penting karena bisa meningkatkan taraf hidup penduduk pulau yang berada di antara Batam–Bintan.

“Pasokan listrik diharapkan bisa mendorong dunia industri dan resor di Pulau Ngenang untuk memajukan wilayah tersebut. Saat ini pemanfaatan aliran listrik untuk rumah tangga masih kecil. Maka dengan aliran listrik sebesar 8,5 Mw, ini merupakan peluang yang bagus untuk masuknya investasi,” ujar Agung di Jakarta, Rabu (2/3).

Masuknya listrik di Pulau Ngenang ini berasal dari sistem interkoneksi listrik Batam-Bintan sebesar 150 kilo Volt (kV). Hal tersebut sambung Agung, tidak terlepas dari keberhasilan PLN dalam membangun 13 tower untuk menghubungkan Pulau Tanjung Sauh sampai ke Pulau Ngenang. Serta mengerjakan Gardu Induk Ngenang relatif cepat.

“Secara keseluruhan penduduk di Pulau Ngenang berjumlah 200 Kepala Keluarga. PLN terus meningkatkan pasokan listrik,” kata Agung.

Pulau dengan pemandangan laut yang memukau tersebut sudah lama menjadi incaran wisatawan. Bahkan saat ini Pulau Ngenang juga diusulkan untuk dijadikan kawasan Free Trade Zone (FTZ), sehingga ketersediaan infrastruktur kelistrikan sangat penting untuk menunjang hal tersebut. (chi/jpnn)

Respon Anda?

komentar