Berikan Cek Kosong, Calo Proyek Kantor Camat Bukit Bestari DPO

559
Pesona Indonesia
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Andri Kurniawan. foto:yusnadi/batampos
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Andri Kurniawan. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Asrul, calo proyek pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Tanjungpinang atas kasus penipuan yang dilaporkan oleh Khaily, 35, kini menjadi buronan pihak berwajib. Hal tersebut karena yang bersangkutan diduga melarikan diri supaya tak terjerat pidana atas perbuatan yang dilakukannya.

Kasus yang menjerat Asrul sendiri berawal dari laporan korban Khaily ke pihak berwajib dengan nomor Lp.B/67/K/II/2015/Kepri/SPK.Res.TPI tertanggal 12 Februari 2015. DPO tersebut memberikan cek kosong untuk melakukan pembayaran sewa alat berat. Hal itu pun diketahui korban ketika hendak mencairkan cek tersebut ke bank namun ditolak.

Sebelumnya, setelah ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan keluarnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejari Tanjungpinang, penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang diduga sempat mengendapkan kasus dugaan penipuan yang dilaporkan korban.

Meski sempat diendapkan, dibawah Komando Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Andri Kurniawan, kasus tersebut kembali dibuka dengan mengirimkan lagi SPDP baru dengan nomor 01/I/2016 Reskrim ke Kejari Tanjungpinang. ”Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan tersangka. Proses hukum yang menjeratnya tetap kami lanjutkan,” ujar Andri, Rabu (2/3).

Andri menceritakan, penipuan yang dilakukan Asrul terhadap korban berawal dari sewa menyewa alat berat untuk pelaksanaan proyek pemerintah yang diperoleh tersangka.”Korban pun pada saat itu datang ke tersangka menagih ongkos sewa alat beratnya. Tersangka pun memberikan dua lembar cek mundur senilai Rp 445 juta dan Rp 50 juta,” cerita Andri.

Dilanjutkan Andri, ketika mendapati dua lembar cek tersebut korban pun mencoba mencairkan ke bank, sesuai dengan tanggal mundur pencairan cek tersebut. Namun, oleh bank ditolak karena dana sesuai dengan nomor dua cek tersebut kosong.”Maka dari itu korban melaporkan tersangka setahun silam,” ucap Andri.

Sekedar diketahui, dalam dugaan korupsi Proyek Kantor Camat Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, nama Asrul juga tertera dalam BAP dua tersangka Ahmad Syafei selaku Direktur CV Pilar Dua Inti Perkasa (PDIP) dan Zulfenedi selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitment (PPK).

Dalam BAP kedua tersangka mengaku kalau proyek pembangunan Kantor Camat tersebut dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar tersebut didapat dari Asrul melalui salah seorang oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang. Dalam proses tender lelang, Asrul mendaptkan proyek tersebut dengan meminjam perusahaan CV Pilar Dua Inti Perkasa.

”Dalam pelaksanaan, Dia (Asrul,red) yang mengerjakan dan yang mencairkan dana Rp400 juta lebih dana termenisasi atas nama CV PDIP. Sedangkan Ahmad Syafei hanya dapat fee puluhan juta atas penggunaan perusahaan,” ujar salah seorang Jaksa yang minta namanya tidak ditulis.

Tetapi dalam proses penyelidikan dan penyidikan, Ahmad Syafei selaku Direktur yang menandatangani kontrak dan pencairan dana dan ditetapkan tersangka karena merupakan orang yang paling bertanggung jawab. ”Sedangkan Asrul, yang dikatakan juga menerima dana, sebelumnya juga ditetapkan sebagai DPO,” ucap Jaksa tersebut.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar