Dua Menteri Berseteru, Anak Buah Megawati Bilang Begini

284
Pesona Indonesia
Hendrawan Supratikno. Foto: dok/JPNN.com
Hendrawan Supratikno. Foto: dok/JPNN.com

batampos.co.id – Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno ikut mengkritik ketidak sepahaman yang dimunculkan antara Rizal Ramli dengan Sudirman Said.

Belakangan ini kedua menteri ini memang berbeda pendapat mengenai rencana pembangunan kilang gas Blok Masela.

Anak buah Megawati ini menilai managemen internal kabinet kurang baik.

“Ya kami menyayangkan kalau pro dan kontra dipertontonkan ke publik. Kurang elok menunjukkan manajemen internal pemerintahan belum terkonsolidasi dengan baik,” kecamnya.

Dia menjelaskan, seharusnya perbedaan pendapat seperti Blok Masela wajar, namun tidak perlu berseteru di publik. “Tapi keuntungan kerugian onshore offshore harus dibicarakan secara matang. Dan harus ada ratas yang waktunya cukup dan dibahas di internal,” tegasnya.

Dia juga berharap agar presiden beserta jajaran kabinetnya untuk kembali membahas perihal blok masela secara serius. “Kami mendesak agar Presiden, Menko, menteri teknis, Pertamina, Meneg BUMN, mengadakan lagi pertemuan sampai tuntas,” ungkapnya.

Menurutnya, tiap kegaduhan menambah dosis ketidakpastian dan ketidakpastian itu tidak disukai investor. “Investor itu ingin predictable, terduga, regulasi terduga, kebijakan pemerintah terduga. Semuanya terduga, mendorong orang percaya investasi meningkat. Rivalitas ini sudah lama, tidak hanya dalam kasus ini, tapi kasus Freeport,” tandasnya.

Sementara itu dari pihak Istana, Juru Bicara Johan Budi meminta tidak ada menteri yang berpolemik di publik, terkait dengan keputusan pengembangan proyek gas di Blok Masela, Maluku.

“Pada dasarnya menteri itu membantu presiden. Tidak elok debat ramai di luar. Menteri itu pelaksana kebijakan presiden, sebagai kepala negara, sebelum diputuskan, tidak berpolemik di luar, tapi polemiklah di dalam ketika melalui mediumnya ratas atau rapat kabinet,” kata Johan.

“Sekarang di luar kan seolah-olah ada dua kubu, yang masing-masing data disampaikan seolah-olah dua-duanya benar. Makanya Presiden harus dengar banyak masukan,” imbuh Johan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan keputusan soal metode pengembangan Blok Masela akan diputuskan 2018. Apakah fasilitas blok tersebut akan dilakukan di darat (onshore) atau di laut (offshore).(JPNN/JPG)

Respon Anda?

komentar