Gaji Belum Cair, Seragam Tak Terbeli

652
Pesona Indonesia
PNS Pemko Batam
PNS Pemko Batam

batampos.co.id – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota (Pemko) Batam sudah memberikan ultimatum kepada tenaga honorer maupun tenaga harian lepas (THL) di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk segera menggunakan pakaian dinas baru. Namun masalahnya, hingga saat ini ribuan tenaga honorer belum digaji, sehingga belum mampu membeli bahan seragam baru ditambah upah jahit yang tak murah.

Salah seorang honorer yang berdinas di Sekupang, kemarin mengaku bukannya tak mau menggunakan pakaian dinas baru sesuai surat edaran Pemko Batam nomor: 170/Bkd-PP/II/2016. Tapi ia tak memiliki lagi uang untuk membeli pakaian tersebut. Pasalnya, hingga sekarang gaji tak kunjung dibayar oleh Pemko.

”Jadi, saya bersama kawan-kawan masih ada yang menggunakan baju bebas. Kalau ada uangnya, kami pasti gunakan pakaian sesuai aturan tersebut,” ungkap pria 29 tahun itu.

Pakaian dinas pegawai di lingkungan Pemko Batam terhitung mulai 1 Maret lalu kini tak lagi seragam atau satu warna. Baju dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibedakan dengan pegawai honorer atau THL. PNS mengenakan baju warna khaki untuk Senin-Selasa, putih hitam pada Rabu, baju batik saat Kamis, dan baju Kurung Melayu pada hari Jumat.

Sedangkan pegawai honorer, pada Senin-Kamis mengenakan baju biru muda dipadu biru dongker dan pada hari Jumat mengenakan baju Kurung Melayu. Selain mengacu pada turunan aturan dari pusat, Pemko punya alasan sendiri membedakan seragam dinas tersebut. ”Selama ini ada yang mengadu, kalau honorer itu malah lebih arogan saat memberikan pelayanan ke masyarakat,” kata Kepala BKD Kota Batam, M Syahir, Rabu (2/3).

Menurut Syahir, pembedaan itu dinilai penting karena antara PNS dengan pegawai honorer punya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang berbeda. Tak hanya itu, pembedaan itu juga diharapkan dapat memacu kualitas layanan pada masyarakat oleh masing-masing pegawai agar lebih baik. Pasalnya, kata dia, nanti masyarakat yang akan menilai apakah layanan dari pegawai itu sudah sesuai standar atau belum.

”Kalau sudah begitu, kami harap mereka fokus untuk melayani, bukan lagi gaya-gayaan,” katanya. (ska/rna)

Respon Anda?

komentar