Hendak Diklaim Jambi, TNI AD Siap Pertahankan Wilayah Terluar Kabupaten Lingga Kepri

1025
Pesona Indonesia
Salah satu pantai di Pulau Pekajang, Lingga, yang menarik untuk dijadikan objek wisata. Pulau perbatasan inipun diincar provinsi lain. foto:hasbi/batampos
Salah satu pantai di Pulau Pekajang, Lingga, yang menarik untuk dijadikan objek wisata. Pulau perbatasan inipun diincar provinsi lain. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kegiatan ekpedisi Korem 033 Wira Pratama (WP) dan Kodim 0315 Bintan ke wilayah terluar Pulau Lingga, Kepri, di Desa Pekajang dang Pulau Berhala akan digelar pada 15 Maret 2016 mendatang. Selain memupuk jiwa kebersamaan antara TNI Polri dan masyarakat di desa terluar tersebut, TNI juga siap menjaga tapal batas wilayah Provinsi Kepri. Program ini langsung dari Komandan Resort Militer, Kolonel Inf Faharuddin sekaligus oleh Dandim 0315 Bintan, Rabu (2/3).

Dua pulau terluar dan menjadi batas wilayah Kepri, Desa Pekajang dengan Provinsi Bangka Belitung dan Pulau Berhala dengan Provinsi Jambi yang berpotensi sengketa sebab desas-desus klaim wilayah yang semakin santer juga menjadi salah satu tujuan dilaksanakannya ekpedisi ini nanti. Hal tersebut disampaikan langsung, Danramil Daik Lingga, Kapten Inf Herwan Syahputra kepada wartawan koran Batam Pos.

“Secara sah Pulau Pekajang dan Berhala punya kita. Anggota perlu ditempatkan di sana termasuk perlunya ada pos babinsa, kepolisian dan angkatan Laut. Kegiatan ini, cikal bakal berdirinya kecamatan baru,” tegas Kapten Inf Herwan Syahputra di sela-sela kegiatan peluncuran percetakan sawah dan tambak di Desa Sungai Besar oleh Pemkab Lingga baru-baru ini.

Soal tapal batas wilayah tersebut, dikatakannya secara resmi pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bupati Lingga. Tak dinafikan lagi, kedua pulau ini memang memiliki potensi dan sumber daya alam yang luar biasa. Baik tambang, perikanan maupun objek dan aset pariwisata yang begitu besar. Hal ini pula yang kuat menjadi dugaan kedua provinsi tadi ingin mengklaim batas terluar wilayah Kepri tersebut.

Selain melaksanakan ekspedisi, disampaikan Kapten Inf Herwan Syahputra ekspedisi korem ini juga akan menggandeng Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang untuk melakukan sejumlah penelitian. Baik sumber daya alam, karya bakti maupun pemetaan potensi terumbu karang yang belum terdata secara nasional. Setelah didapat hasilnya nanti, hal ini akan menjadi pertimbangan pemerintah agar kedua pulau terluar yang menjadi batas wilayah ini untuk mendapat prioritas pembangunan.

“Selain Pekajang dan Berhala, ekspedisi juga akan dilakukan di desa wisata Pulau Benan. Kita akan bekerjasama dengan Umrah, meneliti sumberdaya alamnya. Mulai tanggal 15 Maret sampai satu bulan kedepan. Program ini sudah dipaparkan Dandim semalam kepada Pak Bupati,” ujarnya.

Menanggapi kegiatan ekspedisi ini, Bupati Lingga Alias Wello yang lebih kenal dengan nama Awe menyambut baik. Terkait soal tapal batas wilayah yang juga menjadi salah satu tujuan penting kegiatan ini, juga disampaikan Awe dalam sambutannya saat peluncuran pembukaan sawah dan tambak di Sungai Besar.

“Pulau Pekajang dan Berhala ada yang mau merebut. Saya tegaskan, kita tidak akan pernah melepaskan. Sejengkal tanahpun tidak,” tutup Awe. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar