Jelang UN, Jam Malam Diperketat, Pelajar Bakal Dirazia

839
Pesona Indonesia
Sejumlah siswa SMA sedang menunggu angkutan umum sepulang sekolah di Tanjungpinang. Jelang UN, jam malam bagi siswa kelas tiga mulai diperketat. foto:yusnadi/batampos
Sejumlah siswa SMA sedang menunggu angkutan umum sepulang sekolah di Tanjungpinang. Jelang UN, jam malam bagi siswa kelas tiga mulai diperketat. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2016, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang memperketat pemberlakuan jam malam. Ini diberlakukan, karena banyak laporan yang mengatakan pelajar masih berkeliaran hingga larut malam.

“Karena itu, jam belajar akan diintensifkan. Razia akan dilakukan terus menerus,” ujar Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, Rabu (2/3). Razia, kata Syahrul akan dilaksanakan oleh Satpol PP Tanjungpinang, dinas terkait serta pihak kepolisian.

Pihaknya secara rutin akan memantau tempat-tempat yang potensial digunakan sebagai tempat berkumpul para pelajar, seperti tempat-tempat hiburan, warung game dan internet. “Yang jadi prioritas pada malam hari,” ujarnya.

Tentu ada sanksi yang akan diberikan bagi pelajar yang kedapatan tertangkap tangan berada di luar rumah di saat jam belajar malam, apalagi yang tidak dalam keperluan menuntut ilmu. “Kita akan melakukan pembinaan, terutama bagi pelajar kelas 3 yang telah terdaftar sebagai peserta UN,” ujarnya.

Menurut Syahrul, yang paling berperan dalam penertiban kedisiplinan pelajar adalah orang tua. “Karena orang tua yang sangat berperan dalam menjaga anaknya,” ujarnya. Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk turut menyukseskan program jam belajar malam tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang, Huzaifa Dadang Abdul Gani meminta seluruh pelajar se-Kota Tanjungpinang yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk fokus belajar menjelang pelaksanaan UN.

“Jangan berpikir seolah-olah UN masih lama. Hitung hari pakai sistem mundur, UN tinggal berapa hari lagi. Jadi siswa harus benar-benar fokus belajar,” ujar Huzaifa Dadang Abdul Gani.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk mengawasi kegiatan anak di rumah, dalam mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang meningkatkan mutu pendidikan. “Karena dukungan orang tua sangat penting dalam keberhasilan anak,” ujarnya.

Pihak sekolah juga dikatakan Dadang telah melakukan pengayaan materi pelajaran sebagai bekal persiapan menjelang UN. “Try out (TO) juga dilaksanakan untuk latihan. Senin (15/2) untuk SD dan SMP, dan dua minggu kemudian TO SMA,” ujarnya.

Kendati begitu, hasil TO tidak menjadi patokan hasil pelaksanaan UN. “TO ini membiasakan siswa dan tidak menjadi patokan,” ujarnya. Tapi, kata dia, hasil TO bisa menjadi bahan evaluasi para guru dan juga siswa untuk melihat dimana letak kekurangan yang masih ada.

Para siswa harus dibiasakan mengerjakan UN, sebab di tahun 2016 ini 13 sekolah akan mengikuti UN berbasis komputer, terdiri dari 3 SMP, 5 SMA, dan 5 SMK , yaitu SMPN 1, SMP Pelita Nusantara, SMPIT Al-Madinah. Kemudian SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMA Pelita Nusantara, dan SMA Santa Maria. Selanjutnya, SMKN 1, SMKN2, SMKN 4, SMK Pelita Nusantara dan SMK Maitreyawira.

“Oleh karena itu harus dibiasakan. Karena begitu mngikuti UN basis komputer kadang-kadang anak pintar bisa terjebak,” ujarnya.

Adapun pelaksanaan UN SMA dan SMK berlangsung pada tanggal 11-13 April 2016. Sementara untuk jenjang SMP dilaksanakan pada 9-12 Mei 2016, sedangkan SD akan melaksanakan Ujian Sekolah (US) pada 23-25 Mei 2016.

Sementara Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu berharap penerapan jam belajar dapat diperketat. Ia juga meminta komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua lebih dimaksimalkan. “Karena UN ini juga tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.

Ia juga berharap, para pelaku usaha seperti warnet dapat bekerja sama dalam momen UN . “Ya mereka jangan menerima pelajar hingga larut malam menjelang UN ini. Saya berharap tahun 2016 ini, nilai UN Tanjungpinang tertinggi se-Kepri,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar