Kasus Korupsi Pengadaan PDH Hansip Dilimpahkan ke Kejari

580
Pesona Indonesia
Tersangka korupsi pengadaan baju Linmas Usman Taufik saat digiring petugas di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (14/1) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos
Tersangka korupsi pengadaan baju Linmas Usman Taufik saat digiring petugas di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (14/1) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Tim penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang melakukan pelimpahan tahap II Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Usman Taufik (UT) dan Direktur CV Nayla Diaya, Muhammad Waldi (MW) tersangka kasus korupsi pengadaan belanja Pakaian Dinas Harian (PDH) Hansip atau Linmas Provinsi Kepri tahun 2014.

Dalam proses penyelidikan hingga ditingkatkan ke penyidikan, UT dan MW dinyatakan sebagai pihak yang paling bertangungjawab atas dugaan raibnya keuangan negara senilai Rp 1,4 miliar dari total nilai kontrak Rp 3,147.375.000.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi melalui Plh Kasi Pidsus, Muhammad Rasyid membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan kedua tersangka kasus dugaan korupsi Pengadaan PDH Hansip atau Linmas, dari penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang. Ia juga menambahkan selain kedua tersangka pihaknya juga menerima sejumlah barang bukti, berupa sejumlah kelengkapan pakaian dalam pelaksanaan proyek PDH Hansip atau Linmas tersebut.

”Dengan sudah dilimpahkannya ke kami. Secepatnya akan kami limpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk di sidangkan,” ujar Rasyid.

Dikatakan Rasyid, atas tuduhan dugaan korupsi yang dilakukan. Kedua tersangka dijerat sesuai Pasal 2 atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan mengatakan, pelimpahan BAP, dua tersangka serta barang bukti dari pihaknya ke Kejari Tanjungpinang karena pemeriksaan dan penyidikan terhadap saksi dan kedua tersangka sudah selesai.

”Pelimpahan tahap dua ini kami lakukan setelah sebelumnya berkas perkara kedua tersangka tersebut telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa,” ucap Andri.

Seperti diketahui, dalam penanganan dugaan kasus korupsi tersebut, tim penyidik Polres Tanjungpinang telah mengambil keterangan sejumlah saksi yang dinilai berperan dalam proyek itu, termasuk keterangan dari Pokja Pelaksanaan Pelelangan Proyek, Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Dalam proyek pengadaan baju PDH Satpol PP Provinsi Kepri tersebut, Usman Taufik (UT) diketahui bertindak selaku PA, sekaligus Kepala Satpol PP (Kasatpol PP) Kepri, dan I Gede Gunawan selaku PPTK. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Nayla Diaya dengan nilai kontrak Rp 2.990.050.000, dari harga perkiraan sementara (HPS) senilai Rp 3.147.375.000.

Dalam pelaksanaan pekerjaan pengadaan belanja pakaian Hansip atau Linmas Satpol PP tersebut, kuat dugaan adanya penyimpangan anggaran dan mark-up harga dan penambahan anggaran untuk pendistribusian sekitar Rp 400 juta di luar DIPA, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara senilai Rp 1,4 miliar.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar