Meski Sudah Ditahan, Fraksi Enggan Pecat Ivan Haz

248
Pesona Indonesia
Ivan Haz. Foto: Dok JPNN
Ivan Haz. Foto: Dok JPNN

batampos.co.id – Meski sudah masuk bui karena kasus penganiayaan pembantu rumah tangga, namun nasib Ivan Haz di DPR nampaknya akan tetap dipertahankan oleh Fraksi PPP.

Menurut Juru Bicara Fraksi PPP di DPR, Arsul Sani, Ivan belum berstatus terdakwa. Maka pihaknya tidak bisa memecat anak dari mantan Wapres Hamzah Haz itu dari keanggotaan di DPR.

“Ya kan PPP tetap harus perhatikan azas praduga tak bersalah. Apalagi kasusnya adalah tindak pidana umum, bukan OTT karena kasus korupsi atau narkoba atau terorisme,” kata juru bicara PPP Arsul Sani di Gedung DPR, Jakarta, kemarin (2/3).

Arsul menuturkan, berdasar UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) mensyarakatkan seseorang bisa dipecat sebagai anggota DPR saat sudah berstatus terdakwa. “Ya nunggu jadi terdakwa agar sesuai dengan Pasal 313 UU MD3,” elak Arsul.

Masih menurut anggota Komisi III DPR ini, PPP sangat terbuka apabila Ivan Haz membutuhkan bantuan hukum dalam menyelesaikan kasusnya. “PPP tidak akan melakukan intervensi ataupun memperngaruhi proses hukum,” tandas Arsul.

Sementarai itu pengacara Ivan Haz, Tito Hananta Kusuma saat ini sedang mengupayakan untuk menempuh upaya damai dengan pihak korban. “Sementara saat ini kami sedang menjalankan upaya perdamaian dengan pihak pelapor,” kata Tito saat dikonfirmasi wartawan.

Tito mengatakan proses perdamaian dengan korban sudah dijajaki melalui pihak ketiga namun terjadi hambatan sehingga sempat tertunda. Saat ini pihak keluarga Ivan Haz dan tim pembela hukum mengambil alih proses perdamaian dengan pihak pelapor T agar cepat selesai.

“Karena kemarin ada juga peristiwa (penganiayaan) anggota DPR lain kasusnya juga bisa diselesaikan dengan perdamaian,” tandas Tito.

Kini proses perkara Ivan Haz pun juga sedang mengalami proses di MKD DPR. Pimpinan DPR dan MKD pun tak menampik jika nasib Ivan Haz sebagai wakil rakyat terancam lengser dari gedung parlemen. (JPG/JPNN)

Respon Anda?

komentar