Pembunuh Yuyun Ternyata Berbohong Menolak Gituan

1759
Pesona Indonesia
Kapolsek Lubuk Baja Kompol I Dewa Nyoman ASN, bersama jajarannya saat menunjukkan ke media pembunuh Yuyun, Rabu (2/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kapolsek Lubuk Baja Kompol I Dewa Nyoman ASN, bersama jajarannya saat menunjukkan ke media pembunuh Yuyun, Rabu (2/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Suyanto alias Yanto alias Tesi, pembunuh Yuyun Suminar, (24), ternyata berbohong. Di hadapan penyidik Polsek Lubukbaja, ia mengaku membunuh sang pacar karena diejek  tak normal setelah menolak berhubungan intim dengan korban.

Bahkan, Yanto mengaku tak mau melayani permintaan hubungan intim karena tidak ingin hubungan mereka dianggap terjalin karena hanya ingin memuaskan nafsu belaka. Juga karena menghargai korban sebagai wanita baik-baik.

Namun semua celoteh Yanto itu bohong besar. Ia ternyata sempat melakukan hubungan badan sebelum membunuh Yuyun.

Hal ini dibenarkan kuasa hukum Yanto, Bernat Uli Nababan. Menurut Bernat, malam kejadian, Yanto dan korban  sempat melakukan hubungan badan di rumah korban yang terletak di Kampung Dalam Baloi Indah Blok C no 06, Kecamatan Lubuk Baja.

“Ya, dari pengakuannya (Suriyanto, red) begitu, sempat bercinta,” ungkap Bernat Uli Nababan saat di jumpai di Mapolresta Barelang, Kamis (3/3/2016).

Selanjutnya Bernat mengatakan saat itu pelaku mau pulang, akan tetapi korban minta supaya jangan pulang. “Dia (Suriyanto, red) gak mau tidur di situ, makanya di pegang lah kakinya oleh korban dan sambil memohon-mohon agar Yanto jangan pulang,” lanjut Bernat.

Karena pelaku bersikeras ingin pulang, korbanpun mengatakan pelaku aneh. “Aneh lah kau,” ucap bernat menirukan perkataan korban seperti pengakuan Yanto.

Setelah korban mengatakan aneh, maka pelakupun mengambil pisau dari atas kulkas korban.

“Pisau itu diseretnya aja, dari atas ke bawah hingga mengenai leher korban,” terang Bernat.

Lalu karena pelaku merasa kaget, dan ingin meminta maaf dengan cara ingin memeluk korban kemudian tertusuk lagi bagian punggung korban.

“Saat itu saya ingin memeluk dia karena mau minta maaf, saya tidak sadar pisau masih di tangan saya, eh tertusuk lagi,” ungkap Suriyanto saat melakukan ekpose di Mapolsek Lubukbaja.

Pernyataan Yanto tersebut sangat tidak masuk akal. Polisi masih akan meminta keterangan dari Maman, adik korban yang juga kritis ditikam Yanto. (eggi)

Respon Anda?

komentar