Pemko Batam Bedakan Seragam PNS dan Honorer

1230
Pesona Indonesia
PNS Pemko Batam
PNS Pemko Batam

batampos.co.id – Terhitung mulai 1 Maret, pegawai honorer atau Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemko Batam tak lagi berseragam sama denhan PNS.

PNS mengenakan baju warna khaki untuk Senin-Selasa, putih hitam pada Rabu, baju batik saat Kamis, dan baju Kurung Melayu pada hari Jumat.

Sedangkan pegawai honorer, pada Senin-Kamis mengenakan baju biru muda dipadu biru dongker. Pada hari Jumat mengenakan baju Kurung Melayu. Selain mengacu pada turunan aturan dari pusat, Pemko punya alasan sendiri membedakan seragam dinas tersebut.

“Selama ini ada yang mengadu, honorer itu malah lebih arogan saat memberikan pelayanan ke masyarakat,” jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam, M Syahir, Rabu (2/3).

Menurut Syahir, pembedaan itu dinilai penting karena antara PNS dengan pegawai honorer punya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang berbeda. Tak hanya itu, pembedaan itu juga diharapkan dapat memacu kualitas layanan pada masyarakat oleh masing-masing pegawai agar lebih baik. Pasalnya, kata dia, nanti masyarakat yang akan menilai apakah layanan dari pegawai itu sudah sesuai standar atau belum.

“Kalau sudah begitu, kami harap mereka fokus untuk melayani, bukan lagi gaya-gayaan,” katanya.

Meski telah diterapkan, hanya saja belum semua pegawai di lingkungan Pemko Batam yang mengenakan seragam baru sesuai ketentuan. Misalnya, pada Rabu (2/3), belum semua pegawai honorer yang menegnakan baju biru sesuai ketentuan. Namun, Kepala BKD menyatakan belum akan menerapkan sanksi.

“Karena kan mungkin masih ada yang di tukang jahit belum jadi, kita toleransi lah,” kata dia.

Ketentuan seragam itu, ia melanjutkan, juga berlaku di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Batam, termasuk bagi para guru di Dinas Pendidikan maupun tenaga perawat di Dinas Kesehatan.

“Yang dapat pengecualian itu hanya pegawai Dishub (Dinas Perhubungan) dan Satuan Polisi Pamong Pjara,” kata dia. (rna/ray/jpnn)

Respon Anda?

komentar