Rumor Friksi Gubernur dengan Reni Yusneli, Ini Jawaban Ayah Sani

740
Pesona Indonesia
Gubernur HM Sani didampingi Wakil Gubernur Nurdin Basirun. foto:yusnadi/batampos
Gubernur HM Sani (kanan) didampingi Wakil Gubernur Nurdin Basirun. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Ada kabar tak sedap yang berembus di elit Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akhir-akhir ini. Konon, telah terjadi misharmonisasi antara Gubernur Sani dengan Reni Yusneli, Asisten I Bidang Tata Pemerintahan yang kini didapuk sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Pemprov Kepri, sepeninggalan mendiang Robert Iwan Loriaux di masa pengabdiannya.

Angin tak sedap ini kian berembus kencang manakala di sejumlah kegiatan, Sani kerap terlihat tak didampingi Reni. Padahal, ada beberapa agenda yang menuntut kehadiran Reni, selaku motor pemerintahan Pemprov Kepri, namun pejabat perempuan ini tak menampakkan batang hidungnya. Pemandangan semacam ini yang terus berulang menimbulkan stigma ada misharmonisasi antara Sani dan Reni.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak, menyikapi kabar ini dengan santai dan bijak. Dalam waktu dekat, Jumaga beserta jajarannya akan mengundang keduanya untuk sebuah pertemuan dalam rangka silaturahim antara jajaran legislatif dan eksekutif.

“Jangan sampai yang macam kata orang itu, retak mencari belah. Membangun Kepri ini kan tidak bisa sendiri. Mesti keroyokan,” ungkap Jumaga, di Tanjungpinang, Rabu (2/3).

Kepada Gubernur Sani maupun Plt Sekda Reni, Jumaga hanya mengingatkan bahwasanya masing-masing punya perannya dalam bertugas. Sehingga yang dituntut adalah profesionalitas untuk fokus dan terus bekerja membangun Kepri menjadi provinsi yang lebih baik. “Pokoknya semua ada peranannya masing-masing,” tambah Jumaga.

Kepada Batam Pos, Jumaga juga mengaku sudah mengantongi persetujuan tertulis terkait status Plt Sekdaprov yang diberikan kepada Reni. Atas dasar tersebut, maka Jumaga secepatnya akan mengklarifikasi hubungan antar keduanya. “Supaya baguslah. Karena untuk di aparatur pegawai negeri kan sekda yang paling tinggi. Dan juga roda administrasi itu adanya di sekda,” kata Jumaga.

Terpisah, Gubernur Sani juga mengonfirmasi memang sebenarnya Reni Yusneli mendapat amanah untuk menjabat sebagai Plt Sekdaprov. “Memang ada kok dari Mendagri. Dia resmi menjadi sekda,” terang Sani.

Ketika disinggung rumor friksi dirinya dengan Reni, Sani enggan berkomentar banyak. Menurutnya, apa yang sudah diperbuat Reni sudah sebagaimana tugas yang diembankan padanya. Kalau beberapa agenda tidak terlihat? Sani punya jawabannya. “Kan sekarang dia ada di Jakarta,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar