Sehari Dua Mayat Ditemukan di Karimun, Satu Korban Gantung Diri

514
Pesona Indonesia
Anggota polisi mengevakuasi mayat Ambiya dari dalam kamarnya di tepi laut Puakang yang tewas diduga akibat gantung diri. foto:sandi/batampos
Anggota polisi mengevakuasi mayat Ambiya dari dalam kamarnya di tepi laut Puakang yang tewas diduga akibat gantung diri. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Dalam sehari kemarin (2/3) warga di Tanjungbalai dikejutkan dengan ditemukannya dua mayat. Mayat pertama seorang pria terkapar di depan pertokoan sekitar Pasar Puan Maimun Blok B pada pukul 06.00 WIB. Kemudian, pada siang harinya, pukul 12.30 WIB, warga mencium bau tak sedap dari salah satu bangunan yang terletak di ujung salah satu gang Jalan Nusantara, Puakang, Kelurahan Tanjungbalai Kota.

Mayat pria yang terkapar di jalan depan pertokoan adalah Jhon Kenedy, 41, warga Kelurahan Seilakam Barat, Kecamatan Karimun. Warga menemukannya pada saat akan berbelanja ke pasar melalui jalan tersebut. “Kemudian, Tim Inafis Polres Karimun mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Kapolsek Kota Balai Karimun, Kompol Wisnu Edhi Sadono.

Pada saat Tim Inafis melakukan pemeriksaan, katanya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda atau bekas kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, jenazahnya tetap dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Dan, sampai saat ini hasil visum belum diterima pihaknya. Ada dugaan penyebab meninggalnya Jhon Kenedy karena memiliki penyakit sesak nafas.

Dari keterangan pihak keluarga, sebelum ditemukan meninggal, pada Selasa (1/3) malam pukul 23.00 WIB Jhon Kenedy meminum kopi. Setelah itu, korban ingin keluar rumah, sehingga mencoba membangunkan istrinya. Namun, istrinya tidak bangun, sehingga Jhon Kenedy tetap keluar dari rumah. “Pagi harinya, istrinya mendapati pintu dikunci dari luar dengan diikat menggunakan tali,” papar Kapolsek.

Sementara itu, lanjut Wisnu, untuk penemuan mayat di Puakang diketahui identitasnya dan bernama Ambiya, 50. Penemuan ini berawal dari munculnya bau tidak sedap. Kemudian, dilaporkan kepada Polsek Kota. Pada saat itu, dia langsung mendatangi salah satu bangunan yang terbuat dari papan letaknya di ujung gang. Dengan sedikit memanjat dilihat di dalam bangunan kecil tersebut ada pria yang tergeletak.

”Pintu untuk masuk ke dalam bangunan kecil tesebut terkunci dan tidak bisa dibuka, karena posisi mayat menghalangi pintu untuk dibuka. Sehingga, untuk bisa masuk ke dalam bangunan tersebut harus membuka salah satu dinding yang dibuat dari triplek. Setelah dibuka kondisi mayat sudah lebam dan menghitam. Tim Inafis yang melakukan pemeriksaan menemukan adanya tali di leher korban,” katanya.

Dikatakannya, diduga penyebab meninggalnya Ambiya karena gantung diri. Hal ini dikuatkan dengan adanya posisi kursi yang terbalik. Kemudian adanya putusan tali yang masih terikat di salah satu kayu bagian atap bangunan. Jenazah akhirnya dibawa ke RSUD untuk dilakukan visum. Dari keterangan rekan-rekannya, Ambiya tidak memiliki keluarga di Karimun. Tapi, polisi sudah koordinasi dengan rekan satu kampung dengan korban. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar