Setelah 24 Jam Hilang di Belakang Rumah, Dayang Ditemukan Tergeletak Lemas

737
Pesona Indonesia
 Anggota Polsek Gunung Kijang menggendong Dayang, bocah 10 tahun yang ditemukan tergeletak lemas di bawah pohon di belakang rumahnya, Rabu (2/3) malam. Dayang smepat dinyatakan hilang setelah lebih dari 24 jam tidak pulang ke rumah. Foto: ist
Anggota Polsek Gunung Kijang menggendong Dayang, bocah 10 tahun yang ditemukan tergeletak lemas di bawah pohon di belakang rumahnya, Rabu (2/3) malam. Dayang smepat dinyatakan hilang setelah lebih dari 24 jam tidak pulang ke rumah. Foto: ist

batampos.co.id – Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun dikabarkan hilang setelah bermain di belakang rumah, Selasa (1/3) malam. Namun setelah lebih dari 24 jam menghilang, bocah bernama Dayang Wulan itu ditemukan tergeletak lemas di bawah pohon besar yang berada di belakang rumahnya, Rabu (2/3) sekitar pukul 20.00 WIB

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bintan, Ajun Komisaris Arya Tesa Brahmana memastikan, Dayang Wulan sudah ditemukan. “Anggota kami dari Polsek Gunung Kijang sudah mengabarkan bocah itu sudah ditemukan,” kata Arya, melalui sambungan telepon.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Sudirman menyatakan penemuan Dayang tergelatak di bawah pohon besar yang berada di belakang rumahnya ini amat mengherankan. Pasalnya, sebelumnya selama seharian penuh jajaran anggota polsek yang dikerahkan bersama warga setempat sudah memeriksa seluruh lokasi. Tapi tetap saja belum mendapati Dayang. Namun, ketika hari mulai gelap, baru bocah yang mengenakan piyama itu terlihat terkulai di bawah pohon besar.

“Ya itulah mungkin yang namanya keajaiban. Apa pun itu, kami bersyukur Dayang sudah ditemukan. Ini yang paling penting,” ungkap Sudirman.

Menghilangnya Dayang Wulan membikin geger masyarakat RT/RW IV/2 Desa Teluk Bakau, Jalan Pantai Trikora KM. 35 Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (2/3) siang kemarin.

Pasalnya, bocah perempuan 10 tahun tersebut dinyatakan hilang sejak Selasa (1/3) pukul 18.00 WIB dan hingga kemarin sore atau sudah sehari-semalam belum juga ditemukan.

Berdasarkan pengakuan warga setempat, Dayang terakhir kali terlihat di halaman belakang rumahnya yang lebat dengan belukar dan pohon-pohon besar. Sebelum menghilang, kepada ayahnya, Dayang mengaku masih ingin bermain kendati sudah terdengar azan magrib.

“Sebelum hilang, dia disuruh mandi oleh ayahnya. Namun si Dayang ini menolak karena katanya masih ingin main bersama kawannya, hingga malam hari dia tidak pulang-pulang. Akhirnya keluarganya resah dan mulai mencari dari tadi malam,” terang Sutima, warga yang dijumpai di sekitar lokasi pencarian.

Karena sudah semalam tidak pulang, warga sekitar pun turut membantu proses pencarian Dayang. Bahkan sempat ada yang menanyakan perihal menghilangnya Dayang ini kepada seorang ahli spiritual. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hal ini sampai akhirnya Dayang ditemukan. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar