440 Petugas Sensus Ekonomi Akan Ditatar

650
Pesona Indonesia
Sensus Ekonomi 2016. foto:net
Sensus Ekonomi 2016. foto:net

batampos.co.id – Menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2016 pada bulan Mei 2016 mendatang, sebanyak 440 petugas sensus akan ditatar selama empat hari akhir Maret 2016 mendatang.

Penataran ini bertujuan sebagai bekal persiapan para peserta, supaya hasil sensus yang diperoleh maksimal.

“Peserta dituntut dapat berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak takut memberikan info,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, Hamizar, Kamis (3/3).

Sebanyak 440 peserta tersebut merupakan peserta yang berhasil bertahan dari rangkaian seleksi yang ada. “Awalnya, jumlah pendaftar mencapai 1.300 orang. Setelah seleksi, diperoleh 440 orang,” ujarnya.

Pada pertengahan Maret 2016 mendatang, pihak BPS Kota Tanjungpinang akan bertemu dengan pihak pengusaha yang ada di Kota Tanjungpinang. Pertemuan itu untuk mensosialisasikan kepada pengusaha terkait adanya sensus ekonomi.

“Supaya mereka lebih terbuka mengerti tujuan sensus ekonomi ini,” ujar Hamizar.

Sensus ekonomi yang dilaksanakan selama sebulan penuh ini bertujuan menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur sektor ekonomi non-pertanian, berikut informasi dasar dan karekteristiknya. Selain itu, juga akan diketahui daya saing bisnis serta penyediaan kebutuhan informasi usaha.

Dari pelaksanaan sensus ekonomi 2016, akan diperoleh pemetaan potensi atau level ekonomi menurut wilayah, jenis dan pelaku usaha. Selain itu, akan diperoleh benchmarking PDB dan PDRB, ketenagakerjaan dan lainnya. Tersedianya sampling frame untuk berbagai kegiatan survei di bidang ekonomi baik itu survei harga, survei produksi, survei distribusi, survei jasa, dan survei khusus. Kemudian terbangunnya basis data dan benchmark updating Integrated Business Register (IBR).

Selain itu, juga akan diperoleh karakteristik usaha menurut skala usaha, pemetaan daya saing bisnis menurut wilayah serta tinjauan prospek bisnis dan perencanaan investasi.(lra/bpos)

Respon Anda?

komentar