Abrasi dan Eksploitasi Mengancam Daratan Pulau Midai

641
Pesona Indonesia
Pulau Midai yang terancam hilang karena abrasi dan ekploitasi. foto:net
Pulau Midai yang terancam hilang karena abrasi dan ekploitasi. foto:net

batampos.co.id – Camat Midai, Kabupaten Natuna, Suherman menyatakan, abrasi Pulau Midai saat ini makin parah. Sebagian besar pulau dengan sebutan kerak nasi ini terus menyusut dan rusak akibat ekploitasi alam.

Dikatakan Suherman, hampir seluruh pesisir pantai di Midai sudah terjadi abrasi setinggi satu meter bahkan sudah merusak jalan masyarakat. Kondisi tersebut sebelumnya sudah diatasi dengan gotong royong warga dengan memasang penahan pantai.

“Tapi sekarang kondisi masih terus parah, daratan Midai sudah menyusut akibat abrasi,” ujar Suherman dalam musrenbang Kabupaten Natuna tahun 2017, Kamis (3/3).

Suherman berharap, pemerintah daerah memperioritaskan usulan kecamatan terkait abrasi pantai yang sudah parah. Baik melalui pemasangan pemecah gelombang dan upaya lainnya.

Tidak hanya itu, kata Suherman, pemerintah daerah sudah seharusnya membuat perencanaan terkait kebutuhan material bangunan. Selama ini diambil dari Pulau Midai, berupa pasir dan batu di kawasan pantai. Akibatnya terjadi kerusakan pantai dan berimbas pada abrasi yang cukup parah.

“Selama ini material bangunan seperti pasir dan batu, itu diambil dari kawasan pantai untuk pembangunan di Midai, itu harus dihentikan sebelum kondisi abrasi lebih parah, material bangunan mesti dari luar Midai,” ungkap Suherman.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar