Ancam Keselamatan Warga, Baliho Akan Ditertibkan

523
Pesona Indonesia
Sejumlah baliho dan papan reklame yang terpasang di jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos
Sejumlah baliho dan papan reklame yang terpasang di jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Meskipun tidak ada anggaran untuk menertibkan baliho, Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Tanjungpinang tetap akan menertibkan baliho atau papan reklame yang kondisinya potensial tumbang, dan mengancam keselamatan masyarakat utamanya pengguna jalan.

“Karena anggaran tidak ada, kami harus memilah mana baliho yang benar-benara rawan untuk ditangani terlebih dahulu,” ujar Kepala Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan, Efiyar M Amin, Kamis (3/3).

Ada sekira belasan papan reklame yang akan menjadi titik penertiban, diantaranya baliho yang berada di Batu Enam, dan Jalan Kamboja. “Azas penertiban baliho saat ini adalah azas tolong menolong. Karena tak ada anggaran, kami meminta tolong kepada orang yang bisa membantu mengelas besinya,” ujarnya.

Sebagian besar baliho yang akan ditertibkan tersebut, merupakan baliho milik Pemko Tanjungpinang yang telah keropos dan lapuk, serta tidak terpakai karena ditutupi pohon-pohon rimbun. Lalu bagaimana dengan baliho milik swasta? “Sementara ini selesaikan dl kontraknya. Supaya mereka tidak kena tuntut,” ujarnya.

Pihaknya juga akan meminta pengusaha ataupun pemilik papan reklame untuk rutin mengecek konstruksi papan, serta memasang identitias perusahaan di baliho tersebut. Tujuannya, jika terjadi sesuatu hal, maka dapat dengan mudah dihubungi. “Harus seperti itu. Harus ditempeli nomor kontak yang aktif,” ujarnya.

Efiyar melanjutkan, dari sekira 200 baliho yang ada di Kota Tanjungpinang, sebanyak 70 persennya tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Kenapa demikian? Itu dikatakan Efiyar karena sebagian besar baliho yang ada saat ini, telah dibangun bahkan sejak kota otonom belum terbentuk.

Untuk baliho-baliho tersebut, pihaknya tidak akan mencabut atau merobohkannya. Melainkan akan digeser ke tempat lain. “Kami minta mereka mengajukan permohonan untuk penentuan titik baru pendirian balihonya,” ujar Efiyar. Pihaknya kemudian akan melihat, apakah titik tersebut telah memenuhi kaidah yang ditetapkan atau belum. “Kami akan lihat apakah mengganggu lalu lintas, dan keindahan. Juga bagaimana keamanannya,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta pemilik untuk tidak hanya sekedar memiliki konstruksi papan baliho yang bagus. Melainkan juga disarankan untuk membuat taman kecil disekeliling baliho itu.

“Intinya, banyaklah pertimbangan untuk menertibkan. Karena bagaimanapun kita tidak bisa membuang iklan tersebut, karena ada target pajak reklamenya,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar