Aneh, SDA Bisa Terbitkan SK Ketum PPP dari Rutan

384
Pesona Indonesia
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: dokumen JPNN.Com
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali yang kini menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat koleganya di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terheran-heran. Sebab, pria yang lebih dikenal dengan inisial SDA itu bisa menandatangani surat keputusan (SK) dalam kapasitasnya sebagai ketua umum PPP hasil muktamar Bandung 2011.

Adalah Hasan Husaeri, wakil sekretaris jenderal PPP hasil muktamar Bandung yang membeberkan SK dari SDA. Bahkan ada beberapa SK yang diteken SDA pasca-keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang memperpanjang kepengurusan PPP hasil muktamar Bandung.

“Kami mengetahui bahwa selama ini beliau (SDA) dalam masalah dan ujian di tahanan KPK,” kata Hasan usai bertemu dengan kepala rutan KPK di kantor komisi anturasuah itu, Jumat (4/3).

Menurutnya, setiap pengambilan keputusan DPP PPP harus dihadiri setengah plus satu pengurus harian. Masalahnya, kata Hasan, mestinya SDA mengeluarkan SK yang dirapatkan secara kolektif kolegial dan dicatat sekretariat DPP PPP.

“Kalau jumlah kami pengurus harian 54, minimal 27 orang harus menghadiri rapat di KPK. Itu yang kami pertanyakan,” kata dia.

Hasan menambahkan, pihak rutan KPK menjelaskan bahwa jumlah tamu yang diizinkan dalam sekali kunjungan kepada tahanan lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu maksimal lima orang. “Itu¬†yang kami pertanyakan dalam rapat pengurus harian,” jelasnya.

Lebih lanjut Hasan mengatakan, surat terakhir yang dikeluarkan SDA tertanggal 2 Maret 2016. Artinya, surat itu dikeluarkan dua hari yang lalu.

Sedangkan jadwal besuk tahanan KPK adalah Senin dan Kamis. “Kebetulan Pak SDA dalam pemeriksaan kedokteran, berobat (saat itu),” paparnya.

Terpisah, Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati mengatakan, SDA minta izin berobat ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat pada 2 Maret 2016 dari pukul 09.00-18.30. SDA melakukan pemeriksaan fisioterapi, karena sakit punggung.

Nah, saat ditanya apakah saat itu SDA juga menggelar rapat terkait PPP, Yuyuk mengaku tidak mengetahuinya. “Saya belum bisa memberikan info apa yang dilakukan selama seharian itu. Nanti akan ditanyakan ke yang berwenang, pengawal tahanan,” kata pengganti Johan Budi di posisi juru bicara KPK itu.(boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar