Dinsos Bintan Perjuangkan Dana Bantuan KUBE dari APBN

700
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Sosial Bintan, Ismail. foto:fatih muftih/batampos
Kepala Dinas Sosial Bintan, Ismail. foto:fatih muftih/batampos

batampos.co.id – Program pengentasan kemiskinan tidak boleh berhenti pada bantuan-bantuan tunai semacam rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) atau beras subsidi saja. Persis kata pepatah, Pemerintah Kabupaten Bintan mesti mulai mempertimbangkan untuk memberikan kail ketimbang ikannya saja.

“Lebih baik begitu. Ada bantuan kewirausahaan bagi industri kecil. Jadi bantuan bukan cuma rumah saja. Kalau begitu, tetap akan mengharap bantuan lagi dan tidak pernah mandiri,” kata Ketua RT 04 Kelurahan Kawal, Gunung Kijang, ketika mengikuti rapat bersama tim program pengentasan kemiskinan Kabupaten Bintan, belum lama ini.

Masukan Irwan ini lantas mendapat tanggapan langsung. Kepala Dinas Sosial Bintan, Ismail menerangkan, sektor wirausaha memang menjadi fokus kerja pembangunan ekonomi yang juga mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat. Hanya saja di daerah, kata Ismail, tidak bisa dialokasikan pada mata anggaran tahun ini.

“Di Dinsos ini ada program namanya KUBE, kelompok usaha bersama. Tapi sayangnya karena defisit, tidak ada dana dari kabupaten maupun provinsi,” ungkapnya.

Namun, Ismail buru-buru menerangkan, ketiadaan mata anggaran di daerah ini tidak boleh menciutkan nyali apalagi kreativitas KUBE yang sudah ada di Bintan. Karena rupanya, di tingkat pemerintah pusat, ada anggaran besar yang bisa dijolok untuk membantu modal KUBE. Alokasi ini yang akan diperjuangkan Dinsos Bintan.

Seingat Ismail, angkanya lumayan besar. “Ada alokasi dari APBN tidak kurang dari bantuan buat 25 KUBE dengan total sekitar Rp 500 juta,” terang mantan Kepala Dinas Perhubungan Bintan ini.

Sebab itu, bila ada sekelompok masyarakat dalam satu wilayah ingin membentuk KUBE baru, Ismail sangat mendukung itu. Menurutnya, keberadaan KUBE ini bisa membantu peningkatan kesejahteraan dengan penambahan pendapatan baru. “Cukup penuhi sesuai persyaratan yang ada, nanti dibawa ke Dinsos. Kami pasti beri permudahan izin itu,” tegas Ismail.

Ada beberapa syarat secara umum yang harus dipenuhi dalam membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ini, seperti:

Ismail menjelaskan, anggota KUBE terdiri dari lima sampai sepuluh anggota, lalu juga harus memiliki anggota kepengurusan atau panitia yang nantinya akan mengelola kegiatan usaha yang direncanakan. Anggota KUBE merupakan anggota yang berasal dari desa atau dusun yang sama dan memiliki visi serta misi yang sama.

Bupati Bintan, Apri Sujadi juga mendorong agar masyarakat Bintan bisa lebih kreatif. Utamanya dalam menyambut era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berlaku tiga bulan terakhir. “Soal modal pemerintah bisa bantu carinya dimana, tapi yang paling penting adalah kreativitas. Ini modal mahal yang tak bisa dibeli,” ujar Apri. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar