Harapkan Putusan MA Tak Hentikan Niat Kader Golkar Gelar Munas Rekonsiliasi

322
Pesona Indonesia
Foto: dokumen JPNN.Com
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Pasca-putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak gugatan Golkar kubu Agung Laksono sekaligus menguatkan kepengurusan Aburizal Bakrie Cs, rencana menggelar musyawarah nasional (munas) untuk rekonsiliasi di partai beringin itu hendaknya tidak surut.  Sebab, tidak upaya mengakhiri konflik di Partai Golkar tidak harus selalu dengan jalur hukum.

Menurut politikus Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari, semengat rekonsiliasi di antara kader-kader partainya pasti melebihi persoalan legalitas. “Saya rasa komitmen rekonsiliasi akan mengalahkan hal-hal yang sifatnya legal formalistik seperti keputusan MA,” ujarnya dalam diskusi publik bertema “Menggagas Profil Kepemimpinan Baru Partai Golkar – Harapan dan Realitas”  di Jakarta, Jumat (4/3).

Hajri menambahkan, politik sangat cair dan dinamis. Karenanya, segala kemungkinan pun bisa terjadi.

Meski demikian Hajri meyakini kolega-koleganya di Golkar tetap menginginkan rekonsiliasi. Karenanya, putusan MA yang mengakui keabsahan Golkar pimpunan Aburizal Bakrie tidak serta-merta rencana munas demi rekonsiliasi menjadi buyar.

Ia menegaskan, keinginan internal Golkar untuk menyelenggarakan munas tidak bisa dibenturkan dengan putusan MA. Sebab,  keduanya merupakan hal yang berbeda.

“Sehingga pertanyaannya adalah mau rekonsiliasi atau mau legal formal. Kalau mau yang legal formal, maka penyelenggaraan munas menjadi tidak relevan. Tapi saya meyakini kecenderungannya semua tetap menginginkan munas,” ulasnya.(rmo/JPNN)

Respon Anda?

komentar