Musrenbang Hanya Formalitas, SKPD Hanya 10 Menit Bacakan Rencana Kerja

403
Pesona Indonesia
Muresbang Kabupaten Natuna tahun 2017 di gedung Sri Serindit Ranai. foto:aulia rahman/batampos
Muresbang Kabupaten Natuna tahun 2017 di gedung Sri Serindit Ranai. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Natuna tahun 2017 masih dilaksanakan dihari kedua di gedung Sri Serindit, Ranai, Kamis (3/3). Dengan agenda penyampaian rencana kerja (Renja) masing-masing SKPD.

Namun dalam penyampaian renja SKPD dibatasi. Setiap SKPD hanya diberikan waktu 10 menit, seperti lomba pidato tingkat pelajar. Sebaliknnya, moderator bicaranya panjang lebar.

Dalam penyampaian renja masing-masing SKPD diberikan waktu bergilir. Karena meja didepan podium hanya untuk 5 kursi. Karena terbatasnya waktu, SKPD hanya bisa menyampaikan secara terbuka beberapa renja.

Misalnya saja Dinas Pariwisata, yang diwakili Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Tony Yulifandri. Ia hanya bisa mengkritisi pembangunan pelabuhan apung di Pulau Senoa, karena memerlukan pembangunan batu pemecah ombak, khawatir pelabuhan apung tidak bertahan lama ketika dimusim angin utara.

“Banyak sih program pariwisata, cuma kan waktunya terbatas, jadi tak bisa dibacakan,” kata Tony.

Diakuinya, rencana kerja dinas pariwisata tahun 2017 memang tidak banyak. Hanya menjalankan program kerja rutin. Permasalahan pariwisata hanya kendala lahan. Beberapa objek wisata tidak bisa dikembangkan.

Selama hampir lima tahun Bupati Natuna Ilyas Sabli, sektor pariwisata di Natuna tidak terlihat perubahan dan peningkatan.

“Sektor pariwisata belum ada satupun pembangunan, masalahnya lahan,” sebut Tony.

Pada sesi dialog juga terbatas. Peserta yang hadir hanya diberikan tiga orang penanya pada saat dibuka kesempatan menyampaikan sarana dan pendapat.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar