Parlemen Anggap Deponering AS dan BW Catatan Terburuk Kejagung

346
Pesona Indonesia
Abraham samad dan bw besar
Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Foto: Dok JPNN

batampos.co.id – Kejaksaan Agung kembali melakukan deponering atau mengesampingkan perkara demi kepentingan umum terhadap dua mantan pimpinan lembaga antirasuah, yakni Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW).

Sebelumnya, Kejaksaan telah melakukan deponering  terhadap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Meski menjadi hak prerogatif, namun kebijakan dari Jaksa Agung HM Prasetyo itu justru menuai kecaman. Bahkan, dinilai sebagai catatan terburuk yang dilakukan korps adhyaksa sepanjang sejarah lembaga itu berdiri.

“Dalam sejarah kejaksaan, ini paling buruk Jaksa Agungnya yang pernah ada,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond Junaidi Mahesa, di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin (3/3).

Desmon menegaskan, keputusan itu tidaklah rasional.? Sebab, ada dua hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan deponering terhadap suatu perkara.

Pertama, deponering itu untuk kepentingan umum. “Siapa korban, siapa yang dirugikan akibat deponering ini. Yang kedua, sejauh mana kepentingan umum seseorang dalam deponering ini?” katanya.

Dia mengatakan, kasus Abraham Samad maupun Bambang Widjojanto tidak layak dilakukan deponering. Karena, keduanya kini tidak lagi menjabat di KPK.

“Memang deponering itu hak kejaksaan agung. Tapi menurut saya, ini ada sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang enggak wajar lah,” pungkasnya.(JPG/JPNN)

Respon Anda?

komentar