Polair Tangkap Kapal Pembawa 24 Jerigen Minyak Tanah dari OPL

710
Pesona Indonesia
Polair Plresta Barelang menunjukkan penyelundup minyak tanah dan barang bukti. foto:eggi idriansyah/batampos.co.id
Polair Plresta Barelang menunjukkan penyelundup minyak tanah dan barang bukti. foto:eggi idriansyah/batampos.co.id

batampos.co.id – Anggota Polisi Air (Polair) Polresta Barelang berhasil mengamankan sebuah kapal kayu tanpa nama lambung yang membawa 24 jerigen minyak tanah menuju Tanjunguma, sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis (4/3) pagi.

“Saat kita lakukan penangkapan, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen resmi, jadi setelah itu kita langsung amankan satu orang kapten kapal dan dua orang ABK,” ungkap Kasat Polair Polres, Iptu Arsyad Riyandi, Jumat (4/3).

Lebih lanjut Arsyad mengatakan, saat melakukan penangkapan pelaku tidak melakukan perlawanan apapun karena jumlah personil yang melakukan penangkapan lebih banyak dan dilengkapi dengan persenjataan yang lengkap.

“Berdasarkan keterangan dari pelaku, selama ini ia mengambil minyak dari Over Port Liner (OPL) Timur yang akan dijual oleh seseorang yang telah menunggu mereka di Tanjunguma,” lanjut Arsyad.

Arsyad mengatakan kasus penyulundupan minyak tanah ini terbilang langka. Biasanya kalau minyak solar dalam satu jerigen 35 liter dihargai sebesar Rp 70 ribu, sedangkan kalau minyak tanah satu jerigen 35 liter bisa mencapai Rp 300 ribu.

Sementara itu, barang bukti 2 ton minyak tanah dan satu unit kapal tanpa nama lambung telah diamankan Polair di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Batu Ampar. Sedangkan kapten kapal yang berinisial AT (39), ABK Kapal DN (35) dan K (36) telah diserahkan ke Satreskrim Polresta Barelang untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Atas kejadian tersebut, mereka akan kita kenakan pasal 53 tentang undang-undang Migas, dengan hukuman 6 tahun penjara,” tandas Arsyad. (egi)

Respon Anda?

komentar