PT Sat Nusapersada Tbk Buka Lowongan untuk 50 Orang

5730
Pesona Indonesia
PT Sat Nusapersada Tbk, di Pelita, Lubukbaja, Kota Batam. Foto: istimewa
PT Sat Nusapersada Tbk, di Pelita, Lubukbaja, Kota Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Perusahaan elektronik, PT Sat Nusapersada Tbk di Pelita, Lubukbaja, Batam, sejak Jumat (4/3/2016) pagi diserbu ribuan pencari kerja. Perusahaan ini sedang membuka lowongan pekerjaan untuk posisi operator.

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan kepada batampos.co.id mengatakan, perusahaanya hanya membutuhkan tambahan 50 tenaga kerja untuk operator, namun yang mendaftar sudah mencapai 1.200 orang.

“Ini bukti kalau di Batam banyak pengangguran. Butuh 50 orang saja, yang daftar 1.200 orang,” ujar Abidin, Jumat.

Jumlah pendaftar tersebut bisa jadi bertambah jika lowongan dibuka beberapa hari. “Tapi melihat yang mendaftar sudah 1.200 orang sementara hanya butuh 50 orang, ya buka sehari saja,” kata Abidin.

Rencananya, tenaga kerja baru ini akan dipekerjakan di bagian produksi telepon selular. Sat Nusapersada beberapa tahun terakhir ini memang mendapatkan sejumlah orderan pembuatan telepon selular, termasuk yang sudah berteknologi LTE atau 4G.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam dan Kepri ini mengatakan, pemerintah seharusnya memberi proteksi pada perusahaan padat karya seperti yang memproduksi telepon selular, agar tidak tergerus ponsel impor.

Saat ini, kata Abidin, ada 16 perusahaan di Indonesia yang sudah memproduksi telepon selular, salah satunya Sat Nusapersada. Perusahaan tersebut menyedot pekerja yang luar biasa besar.

Abidin menyebut, saat ini kebutuhan telepon selular di Indonesia dalam sebulan mencapai 6 juta unit. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi ponsel sebanyak itu berkisart 600 sampai 1 juta pekerja.

“Kalau produksi dalam negeri diproteksi pemerintah agar tidak tergerus ponsel impor, maka banyak sekali pengangguran yang bisa terserap,” ujar Abidin.

Ia menyebutkan, saat ini di Batam saja jumlah pengangguran mencapai 120 ribu orang. Jika diakumulasikan dengan pengangguran di seluruh Indonesia, angkanya bisa mencapai jutaan orang.

“Makanya, perusahaan padat karya perlu dilindungi, dijaga, agar tetap eksis, karena banyak menyerap tenaga kerja,” ujarnya. (nur)

Baca Juga:
> Siapkan Persyaratan, PT Sumitomo Buka Lowongan Kerja 100 Orang Tiap Bulan

Respon Anda?

komentar