Sensus Ekonomi 2016, Ini Sektor Usaha yang akan Disensus

1327
Pesona Indonesia
Sensus Ekonomi 2016. foto:net
Sensus Ekonomi 2016. foto:net

batampos.co.id – Dari pelaksanaan sensus ekonomi 2016, akan diperoleh pemetaan potensi atau level ekonomi menurut wilayah, jenis dan pelaku usaha. Lalu, usaha pada sektor apa saja yang didata dalam sensus ekonomi 2016?

Menurut  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, Hamizar, usaha yang didata meliputi pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik, gas, uap air panas dan udara dingin. Pengadaan air, pengelolaan sampah dan daur ulang, pembuangan dan pembersihan limbah dan sampah. Kemudian usaha kontruksi, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil motor dan sepeda motor.

Selanjutnya, usaha transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minuman, serta informasi dan komunikasi.

Selain itu, usaha di sektor jasa juga menjadi fokus sensus 2016. Adapun sektor jasa meliputi, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa profesional, ilmiah dan teknis. Kemudian jasa persewaan, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya. Jasa pendidikan, kesehatan dan kegiatan sosial, kebudayaan, hiburan, dan rekreasi. Selanjutnya kegiatan jasa lainnya, perorangan yang melayani rumah tangga dan kegiatan badan dan organisasi internasional.

Ada tiga metode yang digunakan dalam sensus ekonomi 2016 ini, yaitu metode listing usaha atau perusahaan. Dimana dalam metode ini petugas akan datang secara door to door untuk desa atau kelurahan konsentrasi usaha. Sementara untuk desa yang bukan konsentrasi, maka akan dilakukan door to door pada blok sensus konsentrasi dan snow ball pada sensus non konsentrasi.

Selanjutnya menggunakan metode pendataan UMK. Metode ini berdasarkan master frame hasil listing SE2016 dengan target usaha sekitar 5 persen dari populasi. Terakhir metode pendataan UMB, yang dilakukan untuk seluruh usaha atau perusahaan berbadan hukum dengan skala usaha menengah dan besar.

Untuk itu, Hamizar berharap masyarakat nantinya dapat memberikan jawaban dengan sejujur-jujurnya. Supaya hasil yang diperoleh sesuai dengan fakta sebenarnya.

“Masyarakat tidak usah takut. Karena pertanyaan yang diajukan sangat sederhana,” ujarnya.

Dengan adanya sensus ekonomi ini, pemerintah juga akan dipermudah dalam pengembangan usaha. Baik usaha kecil menengah (UKM) maupun usaha besar lainnya.

“Jika untuk UKM kan pemerintah bisa memberikan gambaran mengenai prospek usaha ke depannya. Sementara untuk usaha besar bisa dibantu regulasinya,” tuturnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar