Sibuk Urus Pencari Suaka, WN Singapura yang Jadi Tahanan Imigrasi Batam Kabur

852
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id –  Damar Bahadur Chettri, 55 tahun, warga negara Singapura yang sempat ditahan Imigrasi Batam karena memiliki paspor Indonesia, kabur. Pria yang juga akrab disapa Sam Chettri kini telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Iya, ada satu tahanan kami yang meraikan diri, padahal sistem keamanan tahanan kita sudah standar, bahkan dilengkapi CCTV,” ujar Oky Derajat R Mubarok, kepala seksi Dakim Imigrasi Batam, Jumat (4/3/2016).

Namun ia belum bisa menjelaskan lebih detail bagaimana WN Singapura itu bisa kabur. Namun ia memastikan kalau Damar sudah masuk DPO Polresta Barelang.

Damar ditangkap Imigrasi Batam pada 22 Desember 2015 saat akan kembali ke Singapura melalui pelabuhan Ferry International Batam Centre. Ia ditangkap karena imigrasi mengetahui ia memiliki paspor Indonesia, padahal dia warga negara Singapura.

Damar sempat ditahan, namun pada 24 Januari 2016 lalu, Damar berhasil melarikan diri.

Sementara itu, Petugas Kantor Imigrasi Kelas 1 A Batam saat ini disibukkan dengan banyaknya pencari suaka yang masuk Batam. Sementara tempat untuk menitipkan para pencari suaka sudah penuh. Baik yang di Rudenim Sekupang maupun di Hotel Kolekta.

“Kami kelabakan, pencari suaka makin banyak, tempat sudah tak ada,” ujarnya, Jumat (4/3/2016).

Umumnya pencari suaka berasal dari negara konflik seperti Afganistan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

“Kami heran juga, kenapa mereka memilih Batam,” kata Rafli.

Ia menyebutkan, ada 12 pencari suaka baru yang datang. Delapan orang berasal dari Sudan dan empat orang dari Afganistan. “Terpaksa mereka tinggal di Taman Aspirasi, karena tak ada lagi,” ujarnya.

Di Hotel Kolekta sendiri, ada  217 orang yang menetap di 33 kamar. Sebanyak 45 orang berstatus pengungsi dan lainnya pencari suaka.

Sementara di Rudenim Sekupang ada 66 orang pengungsi. “Total semuanya 283 orang ditambah yang baru 12 orang jadi 295 orang,” sebut Rafli. (kontri 1)

Respon Anda?

komentar