Tak Laporkan WNA yang Menginap, Pengelola Hotel Didenda Rp 25 Juta

887
Pesona Indonesia
Turis asal Korea Selatan berpose dengan latarbelakang "Welcome to Batam" di Batam Centre. Foto: Dalil harahap/batampos
Turis asal Korea Selatan berpose dengan latarbelakang “Welcome to Batam” di Batam Centre. Foto: Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Semua hotel dan penginapan di Batam wajib melapor jumlah warga negara asing (WNA) yang menginap. Hal itu dilakukan untuk mengawasi keberadaan orang asing di Indonesia khususnya Batam.

Jika hal itu diabaikan, maka pemilik hotel atau penginapan bisa terkena sanksi pidana 3 bulan kurungan atau denda Rp 25 juta.

Kabid Wasdakim kantor Imigrasi kelas I Batam, Rafli mengatakan pihaknya tengah mensosialisasikan keberadaan website www.imigrasi.co.id yang telah diresmikan beberapa waktu lalu. Website itu hadir mempermudah pemilik hotel dan penginapan untuk melaporkan keberadaan orang asing yang menginap di tempat mereka.

“Selama ini para pemilik hotel dan penginapan melapor secara manual. Sekarang mereka bisa melapor secara online. Jadi kita mempermudah mereka dengan hanya mengklik www.imigrasi.co.id,” kata Rafli di Batam Centre.

Dikatakannya, sesuai amanat undang-undang, pemilik hotel dan penginapan wajib melapor berapa jumlah dan hari warga asing menginap. Apabila hal itu tak dilaporkan dan diketahui pihak Imigrasi, maka pemilik hotel dan penginapan akan kena sanksi pidana ringan. Mereka akan dijerat pasal 117 Kuhap dengan hukuman maksimal tiga bulan kurungan atau denda Rp 25 juta.

“Dulu mereka wajib melapor jumlah WNA yang menginap sekali seminggu secara manual. Namun, sekarang ada cara lebih mudah dengan online. Karena sudah ada kemudahan, jadi tak ada alasan untuk tidak melapor,” tegas Rafli.

Menurut dia, selama empat hari terakhir pihaknya telah menerjunkan tujuh tim Imigrasi untuk melakukan sosialisasi keseluruhan hotel di Batam. Satu tim terdiri dari dua orang.

“Kita sudah mensosialisasikan ke 50 hotel. Jumlah hotel di Batam ada 180, itu berbagai kelas, melati hingga berbintang. Dan dari 50 hotel itu, sudah ada yang melapor secara online,” beber Rafli lagi.

Tak hanya hotel dan penginapan, pemilik kos-kosan bahkan perusahaan wajib melaporkan keberadaan orang asing di tempat mereka. Baik itu yang bekerja paruh waktu atau hingga satu bulan penuh.

“Semuanya wajib melaporkan. Baik itu perorangan, perusahaan atau hotel-hotel besar. Ini dalam rangka pengawasan orang asing di Batam,” ujar Rafli.

Masih kata Rafli, cara mengklik situs imigrasi hanya dengan mengetik www.imigrasi.co.id yang kemudian memilih menu klik online service.

“Disitu sudah ada pilihannya. Jadi tak ada alasan untuk tak melapor, karena sudah dipermudah,” pungkas Rafli. (she)

Respon Anda?

komentar