Turis Mengeluh Sering Diperas di Tempat Berfoto “Welcome to Batam”

1523
Pesona Indonesia
Welcome to Batam. Foto: istimewa
Welcome to Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id -Turis maupun warga Batam yang suka berfoto dengan latarbelakang “Welcome to Batam” di bawah kaki bukit Clara, Batam Centre yang berjarak sekitar 100 meter dari Kantor Wali Kota Batam dan DPRD Batam mengeluhkan seringnya mereka dimintai paksa uang saat berfoto di tempat tersebut.

Berbagai cara dilakukan oknum-oknum tersebut. Ada yang mengatasnamakan juru parkir, juru keamanan, uang kebersihan untuk menarik retribusi liar lainnya. Ironisnya, bukit yang menjadi ikon Kota Batam ini juga dimanfaatkan oleh oknum tersebut untuk memalak wisatawan yang berkunjung di sana.

Yanti dan Heni, dua orang siswi salah satu SMA di Batam ini mengaku pernah dipalak oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas keamanan. Saat itu, kedua siswi ini dimintai untuk membayar sejumlah uang agar bisa masuk ke lokasi tersebut.

“Katanya uang keamanan, harus bayar Rp 5.000,” ujar,┬áJumat (4/3/2016).

Usai membayar uang yang diminta, mereka pun memarkirkan motornya. Namun saat tengah asik mengambil foto, dua orang pemuda tidak dikenal lainnya datang menghampiri. Sama dengan pemuda sebelumnya, mereka meminta uang Rp 5.000. Meski tak sampai diancam, namun permintaan itu terdengar memaksa.

“Tadi udah bayar bang,” ujar Heni. “Kan itu uang masuk, sekarang uang parkir,” kata penarik uang parkir tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Rudi, warga Bida Asri I Batamcentre. Ia yang tengah berdua bersama pacarnya di Bukit Clara dipalak oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas keamanan.

“Padahal kami cuma ngambil foto, dibilang mesum. Mereka maksa minta uang Rp 50 ribu,” kesalnya.

Merasa tak berbuat mesum, Rudi sempat menolak membayar uang yang diminta tersebut. Namun bukannya pergi, pria yang berlagak preman itu malah memanggil dua orang temannya. Adu mulut pun sempat terjadi, takut memperpanjang masalah, Rudi pun dengan terpaksa membayar uang yang diminta.

“Kau mau selamat nggak. Udah salah ngeyel terus,” kata Rudi menirukan ucapan mereka.

Kanit Reskrim Polsek Batamkota AKP Rianto mengaku sering menerima laporan pemalakan di Bukit Clara. Ia mengaku sudah mengantisipasi pemalakan dengan cara patroli sore dan malam. Bahkan, pintu masuk ke Bukit Clara pun pernah ditutup polisi. Namun tetap saja masih ada yang membuka akses kesana.

“Kita tetap razia. Himbauan kita jangan bermain di sana itu untuk menghindari pemalakan,” ucapnya. (rng/JPNN)

Respon Anda?

komentar