Uangnya Tak Cukup Bayar Minuman, Pria Bertato Diteriaki Maling

Agus tak berdaya setelah terjatuh karena diteriaki maling. Foto:Osias De/Batampos
Agus tak berdaya setelah terjatuh karena diteriaki maling. Foto:Osias De/Batampos

batampos.co.id – Agus, 25, warga Jalan Usman Harun, Teluk Keriting, Kecamatan Tanjungpinang Barat, bernasib sial. Ia diteriaki maling gara-gara tidak cukup uang untuk membayar minuman alkohol yang dipesannya di tempat Karaoke Family Fans, di Jalan Ir Sutami, Sukaberenang, Kamis (2/3), pukul 20.30 WIB. Ia pun harus menyelamatkan diri, tetapi ia malah babak belur.

Awalnya, pria bertato ini datang dan memesan minuman beralkohol di tempat eks Karaoke Family Nav tersebut. Usai minum, ia langsung menuju ke kasir untuk membayar sesuai apa yang ia pesan.

”Uangnya kurang, dia sempat bertengkar dengan kasirnya. Kemudian dia pun langsung kabur,” ujar Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Abdul Mubin, Kamis (3/3).

Saat kabur dari tempat karaoke, cerita Mubin, Agus langsung berlari ke arah belakang kolam renang Dendang Ria dan memanjat pagar. Saat itu sejumlah karyawan karaoke keluarga itu pun ikut mengejarnya sambil berteriak maling.

”Dia kabur ke arah hutan lindung dengan memanjat pagar saat dikejar,” kata Mubin.

Dilanjutkan Mubin, di kawasan hutan lindung, Agus juga diteriaki maling karena memanjat pagar salah satu rumah warga. Bahkan, warga tersebut terkejut karena Agus masuk ke dalam kamar mandi dan kembali memanjat pagar rumah warga yang dekat dengan karaoke Family Fans tersebut.

”Tadi saya lihat, dia sempat dihajar sama warga pada saat ia kecebur kedalam bak, setelah memanjat pagar belakang rumah warga sekitar ini,”ujar salah seorang pedagang kaki lima di kawasan hutan lindung tersebut.

Setelah berhasil menghindar dari kerumunan warga hutan lindung, Agus juga sempat berlari menyelamatkan diri dan menyeberang ke arah seberang jalan, tepatnya di Gang Sidomulyo, daerah Sukaberenang.

”Setelah masuk gang perumahan kami, dia juga diteriaki maling oleh sejumlah warga dari hutan lindung,” kata Indra, 50, warga Gang Sidomulyo.

Setelah mendengar teriakan maling, kata Indra, ia bersama warga lain juga sudah mempersiapkan balok untuk menghadang Agus yang dituding maling tersebut. Ia bersama warga juga melihat Agus yang memanjat sebuah tembok ruko yang baru siap dibangun.

”Di belakang ruko itu, dia manjat pagar dan menginjak atap yang tak bertulang, hingga atapnya jebol dan ia pun terjatuh ke parit,” kata Indra.

Usai terjatuh, lanjut Indra, Agus terlihat lemas tergeletak di parit tersebut. Untuk menghindar dari amukan warga sekitar, warga lainnya juga langsung mengamankan Agus ke dalam sebuah ruko kosong. ”Dia terjatuh dari ketinggian kurang lebih sekitar lima meter, dan langsung tak berdaya,” sebutnya.

Dikatakan Indra, tak lama Agus dimasukan ke ruko itu, pihak kepolisian langsung datang dan berjaga-jaga untuk memastikan kejadian sebenarnya yang menimpa Agus. Sebab, tak ada satupun warga yang mengetahui kejadian awal masalah tersebut.

”Kami memang tidak tahu masalahnya, makanya kami juga tidak memukul dia, ada yang bilang dia makan tak bayar, dan ada juga maling di rumah orang,” ucap Indra.

Agus yang mengalami lecet dibagian kepala dan kaki langsung dilarikan ke rumah sakit. Pasalnya, kondisi pada saat itu memang dalam keadaan mabuk, sehingga ia terlihat sangat tak berdaya.

”Dia sebenarnya lemah karena mabuk. Tetapi setelah kami bawa ke rumah sakit, dia sudah kembali sadar,” timpal Kapolsek.

Usai sadar, Agus bersama pihak karaoke tersebut sudah sepakat untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. “Mereka sudah damai, dan uang yang kurang itu sudah dibayar, jadi masalahnya tidak dilanjutkan,” pungkas Abdul Mubin.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar