Banyak Aksi Kriminal, Jembatan di Bintan Harus Dipasangi Lampu

894
Pesona Indonesia
Penerangan di jembatan lintas barat menuju Tanjunguban, Bintan ini banyak yang tidak berfungsi. Masyarakat meminta agar Pemkab Bintan bisa membenahi hal ini. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.
Penerangan di jembatan lintas barat menuju Tanjunguban, Bintan ini banyak yang tidak berfungsi. Masyarakat meminta agar Pemkab Bintan bisa membenahi hal ini. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Dalam kurun enam bulan terakhir, telah terjadi banyak tindak kriminalitas di seputar jembatan-jembatan yang ada di lintas barat. Hal ini rupanya dikeluhkan masyarakat sekitar. Penjabat Kepala Desa, Bintan Buyu, Abdullah mengutarakan, masyarakat di wilayah kerjanya menginginkan agar Pemerintah Kabupaten Bintan bisa memasang lampu di seluruh jembatan.

“Kalau bisa ya semua jembatan diterangi. Apalagi di jembatan tiga di Bintan Buyu itu sudah dua kali jadi tempat buang mayat,” kata Abdullah, di Bintan, belum lama ini.

Ketika bersitatap muka dengan Bupati Bintan, Apri Sujadi, Abdullah tidak melewatkan kesempatan ini. Sehingga harapannya bisa lekas direspons permintaan warga agar fasilitas umum seperti jembatan itu tidak kembali disalahgunakan. “Ya kami minta kepada Pak Bupati yang baru bisa mempertmbangkan hal ini,” ucapnya.

Apri menyimak dan mencatat permintaan masyarakat Desa Bintan Buyu itu. Sebenarnya, kata dia, sudah sejak lama lampu penerangan di masing-masing jembatan itu tersedia. Hanya saja, oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab, aki di setiap lampu yang ada di jembatan itu banyak dicuri. Otomatis karena menggunakan teknologi tenaga matahari, lampu-lampu yang hingga kini masih terpasang itu tidak berguna.

“Nah itu. Saya juga heran. Kok bisanya hal seperti itu dicuri. Hasilnya tak seberapa, tapi merugikan banyak orang,” ujar bupati yang belum sebulan menjabat ini.

Langkah antisipatif tindak kriminal di jembatan-jembatan lintas barat ini sebelumnya juga pernah disampaikan aparat kepolisian, yang buru-buru ditanggapi Dinas Perhubungan Bintan dengan rancana pemasangan kamera intai. Sebelumnya, Kepala Dishub Bintan, Yandrisyah tak menampik, pemasangan kamera intai ini bakal multifungsi.

“Karena bisa melihat langsung aktivitas lalu lintas di sana. Juga kalau ada aksi kriminalitas bisa jadi alat bantu mengungkapnya,” terang Yandrisyah, kemarin.

Rencana pengadaan kamera intai ini, sambung Yandrisyah, juga mendapat dukungan dari pihak kepolisian. Sebab itu, Yandrisyah mengupayakan pengadaan delapan unit kamera intai ini bisa terwujud di tahun 2016. Hanya saja, memang tak mudah. Lantaran santer kabar yang menyebutkan akan terjadi defisit anggaran.

“Sebenarnya, kami sudah mengajukan tahap pertama pada 2015 kemarin kepada Dishub Provinsi Kepri. Tapi, sepertinya di tahun 2016 ini belum bisa terealisai karena terkendala defisit anggaran. Mungkin di tahun 2017 mendatang baru bisa direalisasikan,” ungkap mantan Kepala Bappeda Bintan ini. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar