Beredar Isu Penggunaan Obat Kedaluarsa, Wabup Lingga Sidak Gudang Obat dan Puskesmas

692
Pesona Indonesia
Wakil Bupati Lingga, Nizar (tengah) mengecek gudang obat di Puskesmas Dabo Lama. foto wijaya satria/batampos
Wakil Bupati Lingga, Nizar (tengah) mengecek gudang obat di Puskesmas Dabo Lama. foto wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Isu beredarnya obat kedaluarsa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep dan sejumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Lingga membuat Wakil Bupati Lingga M Nizar turun langsung mengecek gudang obat di RSUD dan sejumlah puskesmas di Dabo Singkep, Kamis (3/3) pagi.

Dalam sidak itu Nizar yang menemukan penyimpanan obat expired bersatu dengan obat layak pakai, meminta kepada petugas RSUD agar memisahkan tempat penyimpanan obat tersebut,” saya telah minta RSUD memisahkan penyimpanan obat kedaluarsa ke tempat terpisah,” ujar Nizar saat menemukan obat berkode produksi lama bersatu dengan obat lainnya.

Namun Nizar tidak mendapati penggunaan obat kedaluarsa yang digunakan dan diberikan kepada pasien yang berobat di RSUD. Sementara itu di tempat lain yakni di Puskesmas Dabo Lama yang turut didatangi Nizar, dia juga tidak menemukan obat expired di dalam gudang penyimpanan obat. Hanya saja ada satu kotak obat sisa yang akan dikembalikan ke RSUD namun disimpan bersama obat lainnya yang masih layak digunakan.

Nizar menambahkan, dari pengakuan Kepala Puskesmas Dabo Lama, Joner Simbolon, tidak ada peredaran obat kedaluarsa seperti info yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Dia juga berjanji akan memperhatikan persediaan obat untuk masyarakat Lingga.

“Setelah kami cek, persedian obat juga masih cukup. Ini menjadi perhatian kami,” ujar Nizar.

Nizar juga meminta kepada Dinas Kesehatan agar lebih berhati-hati terkait penggunaan obat dan tidak menyebarkan obat yang telah kedaluarsa. Peringatan yang diberikan Nizar bukan tidak berdasar setelah dia mendapati penyimpanan obat expired bercampur dengan obat layak pakai.

Sementara itu, Joner mengatakan, Puskesmas Dabo Lama tidak pernah memberikan obat kedaluarsa kepada pasien yang berobat di sana. Hal ini diyakini Joner karena pihaknya selalu mengembalikan obat kedaluarsa ke RSUD Dabo Singkep.

Informasi yang beredar di lapangan menyatakan kalau obat kedaluarsa masih beredar dan diberikan kepada masyarakat yang berobat. Modus yang terjadi, obat kedaluarsa tersebut digunakan dengan cara diracik bersama obat lain dengan cara ditumbuk dan dimasukkan dalam kertas obat sehingga pasien tidak mengetahui bungkus asli obat tersebut.

Nizar menambahkan pemusnahan obat kedaluarsa akan dilakukan namun harus melibatkan insatansi pertikal lain seperti kepolisian dan sebagainya. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar