Jafarudin Bunuh Apek Liung karena Dendam

739
Pesona Indonesia
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan. foto:yusnasdi/batampos
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan. foto:yusnasdi/batampos

batampos.co.id – Tim penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Jafarudin dan Miswadi, pelaku pembunuhan terhadap Yap Shung Hok alias Lio alias Apek Liung (62), warga Sei Ladi, Senggarang, yang ditemukan dibawah jembatan tiga, jalur lintas barat, Kabupaten Bintan, Senin (25/1) lalu.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan mengatakan pihaknya masih menyelesaikan berkas dengan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kedua pelaku.

”Secepatnya akan kami limpahkan ke Kejaksaan agar diteruskan dan diselesaikan di persidangan. Kedua pelaku masih kami periksa untuk melengkapi berkas yang akan kami serahkan,” ujar Andri, Jumat (4/3).

Dikatakan Andri, dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku itu. Pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan orang lain dalam kasus pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka.

”Motifnya seperti yang diketahui, tersangka sakit hati lantaran lokasi tanah yang dijanjikan korban ternyata tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Selain itu, korban juga melontarkan perkataan yang kurang sopan terhadap pelaku ini,” kata Andri.

Dalam kasus ini, lanjut Andri, selain kedua tersangka, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui pokok permasalahan hingga berujung dengan pembunuhan tersebut.

”Kasus awalnya ini kan tanah. 11 orang saksi sudah kami mintai keterangan, dari keluarga korban, perangkat RT, Kelurahan Hingga Kecamatan. Intinya pembunuhan yang dilakukan tersangka ini karena dendam,” ucap Andri.

Seperti diketahui, mayat Apek Liung pertama kali ditemukan salah seorang nelayan yang sedang melaut. Nelayan tersebut melihat ada benda terapung yang kemudian didekati ternyata sesok mayat yang kondisinya tersangkut di akar pohon bakau di Jembatan tiga, lintas barat, Bintan.

Penetapan tersangka terhadap Jafarudin dan Mawardi dilakukan pihak Satreskrim Polres Tanjungpinang berdasarkan sejumlah alat bukti yang dikumpulkan. Alat bukti yang meyakini kedua tersangka sebagai pelakunya yakni adalah sidik jari yang masih menempel pada gagang pisau yang dipakai untuk menghabisi korban.

Tersangka yang diamankan pertama kali yakni Jafarudin yang merupakan mantan ketua RW di Sei Ladi, Rabu (27/1). Tersangka diamankan di kediamannya. Sedangkan penangkapan terhadap Mawardi dilakukan petugas di daerah Batuaji, Batam, Senin (1/2). Sebelumnya tersangka Mawardi ini mencoba melarikan diri setelah mengetahui dirinya dicari-cari petugas.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar