Kemenpar Perkuat Brand Pesona Indonesia di Makassar

539
Pesona Indonesia
Pantai Losari Makassar. Foto: istimewa
Pantai Losari Makassar. Foto: istimewa

batampos.co.id – Bali memang tak ada matinya. Pulau dewata itu masih menjadi pintu utama wsiatawan asing. Sekitar 40 persen dari total kunjungan wisatawan asing masuk melalui Bali. Selebihnya Jakarta, Batam, dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Tapi wilayah lain tak usah kecil hati. Indonesia yang luas membentang sejuta pesona alam, budaya, adat istiadat yang kesemuanya memiliki potensi yang besar untuk mengundang turis asing datang. Tinggal mengelolanya secara baik, pesona itu akan muncul bak permata yang kilaunya takkan pernah luntur.

Nah, salah satu kawasan potensial untuk pengembangan Bali Baru adalah Makassar.Kementarian Pariwisata (Kemenpar) kini memberi perhatian lebih.

Guna mempertajam branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia di kota yang terkenal dengan Pantai Lossarinya itu, Kemenpar pada 1-3 Maret lalu menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mensosialisasikan reposisi branding Pesona Indonesia kepada para pelaku bisnis pariwisata di Makassar. FGD yang dilangsungkan di Quality Plaza Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Perubahan warna dan posisi bentuk ini perlu dijelaskan kepada pelaku industri dan orang pariwisata di daerah, bisa mereka memahami secara utuh. Ujungnya adalah Indonesia Incorporated,” ungkap Watie Moerani, Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara.  Dia menggandeng konsultan PR  Ogilvy untuk memaparkan berbagai perubahan itu, sampai ke detail fisik dan filosofinya.

Persepsi branding Pesona Indonesia itu penting dan harus satu persepsi, baik design logo, komposisi warna, posisi, dan makna di balik logo itu. Seluruh Dinas Pariwisata Kabupaten dan Kota serta pelaku industri Pariwisata perlu mengetahui itu dan menempel di banyak tempat strategis.

“Bagi kawan-kawan di daerah, menempel logo Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia itu justru menguntungkan,” kata Watie.

Mengapa? Brand value dua logo resmi pariwisata Indonesia itu semakin kuat. Bahkan sudah meninggalkan Malaysia Truli Asia dan Amazing Thailand. Lalu, logo itu gencar dipromosikan di luar negeri dan banyak event nasional. Karena itu, brand itu bisa mengatrol semua hal yang terkait dengan pariwisata di daerah.

Tidak mudah menjaga arwah branding tersebut, karena semua aspek di Pariwisata harus memiliki kesamaan visi dan dilakukan secara konsisten. Wanita berhijab itu mengajak seluruh stake holder di daerah kabupaten dan kota untuk bisa memahami dan menjalankan perubahan reposisi branding agar dapat menciptakan branding yang kuat di internal maupun di daerahnya tersebut.

”Agar semua bisa melihat logo Pesona Indonesia, sudah tahu dan mengerti indahnya negara kita,”ujar Watie.

”Setelah paham, nanti sama-sama menyebarkan, mensosialisasikan, baik di dunia maya, media social, sampai outdoor. Kami beruntung punya Menteri sangat paham branding, salah satu strategi selain advertising dan sales,” ujar Watie.

Pulau Samalona, salah satu objek wisata di Makassar, Sulsel. Foto: www.azwisata.com
Pulau Samalona, salah satu objek wisata di Makassar, Sulsel. Foto: www.azwisata.com

Menpar Arief Yahya memang memilih Ogilvy sebagai konsultan komunikasinya. Perusahaan multinasional yang berpusat di New York dan memiliki kantor cabang di lebih dari 60 kota di dunia. Mereka sudah teruji dan expert di bidang creative communications, public relations, dan berpengalaman menghandle brand building perusahaan kelas dunia.

“Mereka juga terus meng-up date persepsi public di negara-negara originasi, seperti Singapore, Malaysia, Australia, China, Jepang dan lainnya terhadap pariwisata Indonesia. Itu marketing intelligent yang sangat penting buat kami,” kata Menpar Arief Yahya.

Budi Rizanto Binol, perwakilan Ogilvy di Indonesia, mengaku bukan hal yang mudah mengangkat branding Indonesia, namun pihaknya berjanji akan terus memperjuangkan hal tersebut.

”Mensosialisasikan branding sangat penting. Agar pengembangan pemasaran Pariwisata Indonesia terus berjalan dan bisa mencapai target. Jujur saja, branding Indonesia masih tertinggal, namun kita harus terus bangkit dan mendunia,” ujar Budi.

Konsentrasi Ogilvy saat ini adalah, memutuskan image apa yang Indonesia inginkan untuk menjadi brand tanah air. Image merupakan kepribadian, teknisnya seperti produk.

”Sama seperti manusia, memiliki kepribadian dan mereka dapat membangun atau menghancurkan manusia itu sendiri. Nah, branding yang paling kental dan yang paling layak adalah keramahtamahan masyarakat Indonesia dan keindahan Indonesia,” kata pria yang biasa disapa Binol itu.

Selain terus berusaha terus menyebarkan sosialisasi agar semua masyarakat Indonesia ramah terhadap tamu atau wisatawan, logo Pesona Indonesia juga terus dibiasakan ada di mana-mana. Di alat promosi, plastik, buku, pakaian, tempat wisata, pintu masuk, pesawat dan di manapun tempat umum yang terlihat khalayak umum. “Namun ini semua harus bekerjasama dengan semua pihak, pengelola, industri, pelaku bahkan masyarakat sekitar di tempat destinasi di Indonesia. Ini menjadi pekerjaan kita bersama terus meningkatkan brand Pariwisata Indonesia. (inf)

Respon Anda?

komentar