Kemenpar Serius Garap Pasar Singapura di NATAS Travel Fair 2016

473
Pesona Indonesia
Suasana NATAS Travel Fair di Singapore Expo Hall, 4-6 Maret 2016. Foto: istimewa
Suasana NATAS Travel Fair di Singapore Expo Hall, 4-6 Maret 2016. Foto: istimewa

batampos.co.id – Negara maju Singapura masih menjadi tambang pasar terbesar pariwisata Indonesia. Apalagi letaknya dengan Indonesia yang sangat dekat. Hanya sekitar 45 menit perjalanan dengan kapal feri ke Pulau Batam, Kepulauan Riau. Bahkan, akses penerbangan dari Singapura ke berbagai kota di Indonesia sudah banyak.

Lalau berapa potensi pariwisata Singapura yang membuat Menteri Parwisata (Menpar) Arief Yahya benar-benar serius menggarap pasar Singapura? Data Kemenpar, potensi marketnya tiga juta lebih. Ekspatriat saja ada 1,5 juta orang, ditambah orang Singapura sendiri 3,5 juta orang, dan wisatawan asing yang berkunjung ke Singapura mencapai 15 juta orang yang juga berpotensi menyeberang ke Indonesia.

“Makanya  Kemenpar selalu all out menggarap pasar Singapore,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Berbagai daya upaya dan olah kreasi untuk promosi dan penjualan agresif dilakukan Kementerian Pariwisata setiap tahunnya. Salah satunya dengan mengikuti bursa NATAS Travel Fair di Singapore Expo Hall, 4-6 Maret 2016.

“Singapura punya pasar wisatawan yang besar. Karenanya NATAS Travel Fair sangat pas bagi Indonesia untuk tampil ikut serta,” papar Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana yang didampingi Asdep Pengembangan Pemasaran Pariwisata Wilayah Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani, Rabu (2/3/2016).

Misi Pitana jelas, Indonesia ingin mengenalkan lebih luas destinasi-destinasi yang menarik. Setidaknya ada 10 destinasi wisata prioritas 2016. Ada Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan  Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.

Soal atraksi yang beragam ini, Pitana tak merasa khawatir. Letak geografis Singapore-Indonesia berdekatan. Waktu terbangnya tidak lama. Akses pintu masuknya pun banyak, termasuk via pelabuhan di Batam-Bintan.

Belum lagi keunggulan kompetitif dan komparatif dari atraksi yang dimiliki Indonesia, dengan alam dan budayanya
“Targetnya menarik wisatawan-wisatawan usia muda dengan destinasi petualangan yang cukup banyak di Indonesia. Target tahun ini wisatawan Singapore sebesar 2 juta orang. Sementara di 2015 target tercapai sebesar 1,5 juta wisatawan. Rata-rata perjalanan wisata empat kali dalam setahun dengan kunjungan singkat 2-4 hari,” timpal Rizki Handayani.

Seperti Menpar Arief Yahya, Rizki ingin menempatkan Singapore sebagai hub, yang menjadi koneksi di berbagai negara di Asia. Faktanya, Singapore adalah negara hub, tempat jutaan orang transit setiap tahun. Limpahan pengunjung dari Singapore itu bisa melebar, dan itu bukan hanya warga negara Singapore.

Wanita berkerudung itu pun akan all out di Singapore nanti. Sebanyak 15 industri pariwisata Indonesia ikut diboyong ke Negeri Singa Putih itu. Enam travel agent dan travel tour Singapore juga ikut dilibatkan.

Dari paparan Kiki, Kemenpar sengaja mengajak travel agent dan travel tour lokal Singapore untuk turut menjual paket wisata ke Indonesia.

Sehingga pengunjung bisa langsung membeli paket wisata Indonesia di pameran.

“Sekarang terjadi pergeseran yang semula wisatawan membeli paket tour sekarang mulai beralih ke individual traveler. Jadi travel agent dan travel tour lokal Singapore ikut dilibatkan,” terang Kiki, sapaan akrab Rizki Handayani. (inf)

Respon Anda?

komentar