Ombak Besar, Tangkapan Nelayan Turun Drastis, Ikan Langka di Moro

421
Pesona Indonesia
ilustrasi kapal nelayan
ilustrasi kapal nelayan

batampos.co.id – Ombak besar yang terjadi belakangan ini, turut mempengaruhi hasil tangkapan nelayan tradisi Moro. Nelayan pun enggan melaut karena risikonya cukup mengkhawatirkan.

“Hasil tangkapan nelayan tradisional benar-benar turun drastis. Selain akibat air laut menjadi jernih, juga akibat ombak cukup besar. Sehingga membuat nelayan mengurungkan turun melaut menangkap ikan,” ujar Abner, nelayan Moro memberi alasan, Jumat (4/3).

Akibatnya, bisa dipastikan pasokan ikan di pasar terjadi kelangkaan. Kondisi tersebut dipersulit dengan tidak ada lagi ikan hasil tangkapan nelayan pukat.

“Saat ini, sudah tidak ada lagi ikan hasil tangkapan kapal pukat harimau. Akibatnya ikan semakin sulit didapatkan di pasar Moro,” ungkap Marni, ibu rumah tangga (IRT) menimpali.

Yang jelas, kata Abner lagi, sudah dua pekan terakhir tak turun melaut menangkap ikan ke laut Rukau. Areal tangkapan nelayan tradisional Moro. Biasanya nelayan beroperasi di laut Rukau atau jarak tempuh dua jam perjalanan motor pompong dari Moro ke Rukau tersebut.

Sebagian nelayan Moro yang biasanya beroperasi di laut Rukau, kini ada yang beroperasi menangkap ikan di laut Pulau Karimun Anak. Hanya saja, untuk beroperasi menangkap ikan di laut Pulau Karimun Anak itu, tentu biaya operasional bahan bakar minyak (BBM) dan bekal akomodasi selama di laut cukup tinggi.

“Lain halnya beroperasi menangkap ikan di laut Rukau, berangkat sore bisa pulang pagi hari ke Moro, artinya biaya operasional tak begitu besar. Kalaupun hasil tangkapan ikan turun, paling tidak hanya rugi sedikit saja untuk menutupi biaya operasional,” jelas Abner. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar