Polda Kepri Amankan 50 Ton Beras Ilegal

966
Pesona Indonesia
Inilah kapal kayu yang berisi beras ilegal yang ditangkap Polair Polda Kepri diperairan Tanjungsengkuang, Jumat (4/3/2016). F Dalil Harahap/Batam Pos
Inilah kapal kayu yang berisi beras ilegal yang ditangkap Polair Polda Kepri diperairan Tanjungsengkuang, Jumat (4/3/2016). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan 50 ton beras ilegal dari dua kapal saat berlayar di perairan Tanjungsengkuang, Batuampar, Jumat (4/3/2016).

Modus yang digunakan kedua kapal ini sama, walaupun beda pemiliknya. Beras diambil dari Singapura lalu ditumpuk di bagian palka kapal. Agar bisa mengelabui aparat, bagian atasnya ditumpuk barang-barang bekas.

“Barang bekas yang dibawa itu kasur, baju, sepeda. Kalau dilihat sekilas, kapal itu hanya bawa barang bekas,” kata Wakil Direktur Pol Air Polda Kepri, AKBP Benyamin Sapta T.

Ia menjelaskan kronologis penangkapan tersebut. Sekitar pukul 01.00 pagi (4/3/2016) Pol Air mengamankan KM Surya Indah 3 GT 143. Kapal tersebut membawa sekitar 25 ton beras ilegal.

“Kami amankan dekitar delapan orang, termasuk dengan Nakhodanya yang berinisial SH,” ungkapnya.

Penangkapan dilakukan di dekat pelabuhan tikus Batuampar. Lima belas menit kemudian, didekat tempat yang sama. Petugas Pol Air kembali mengamankan kapal pembawa beras ilegal. KM Raja Persada 103 GT, ini kedapatan membawa 25 ton beras. Tak hanya itu kapal itu juga membawa gula.

“Untuk gula belum kami hitung, dan jenis berasnya belum kami lihat,” ujarnya.

Dari KM Raja Persada, polisi mengamankan tujuh orang.

Mengenai apakah barang tersebut akan diedarkan di Batam atau tidak. Benyamin mengatakan masih belum mengetahuinya. Sebab saat ini menurutnya penyelidikan masih berjalan. “Belum, kami masih melakukan pendalaman,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan baik itu pemilik KM Surya Indah, maupun KM Raja Persada merupakan pemain lama. Sebab dari modus untuk menyembunyikan beras, pemilik kapal sudah berpengalaman.

Siapa pemilik kapal ini? Mengenai hal ini, Benyamin masih enggan menjawab. Menurutnya pihaknya masih melakukan pendalaman. “Belum tau,” tuturnya.

Benyamin mengatakan bahwa nakhoda kapal tak memiliki surat pelayaran, maupun dokumen untuk membawa beras impor. “Nakhodanya melanggar izin pelayaran dan kepabeanan,” ucapnya. (ska/jpgrup)

Respon Anda?

komentar