TKA yang Bekerja di Tanjungpinang Hanya Tujuh Orang

685
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang, Surjadi. foto:yusnadi/batampos
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang, Surjadi. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang mendata sebanyak tujuh Tenaga Kerja Asing (TKA) bekerja di Kota Tanjungpinang. Dengan rincian, dua TKA bekerja di perusahaan swasta dan lainnya bekerja di kerohanian khusus di vihara Batu Empat Belas.

“Tujuh itu yang memang bekerja secara resmi. Tapi tidak menutup kemungkinan ada TKA lain yang ilegal,” ujar Kadinsonaker Kota Tanjungpinang, Surjadi, Jumat (4/3).

Tujuh TKA yang bekerja di Kota Tanjungpinang tersebut, didominasi oleh warga negara Singapura dan Malaysia. Mengingat letak geografis kedua negara tersebut berdekatan dengan Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

Menurut Surjadi, selama ini tidak ada peningkatan jumlah TKA di Kota Tanjungpinang. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penambahan jumlah di tahun-tahun mendatang. Mengingat saat ini telah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean.

Terkait adanya TKA ilegal, Surjadi mengatakan, banyak pihak harus bekerja sama untuk menekan tindakan tersebut. Ia juga mengimbau perusahaan-perusahaan yang akan merekrut pekerja asing untuk melakukan prosedur secara benar. “Jangan menyalahgunakan paspor wisata tapi justru bekerja,” ujarnya.

Himbauan tersebut juga berlaku bagi warga negara Indonesia yang akan bekerja di luar negeri. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar