Wapres: Mengubah Sampah Menjadi Tenaga Listrik Hanyalah Cerita

502
Pesona Indonesia
Wapres Jusuf Kalla. (Foto: JPNN)
Wapres Jusuf Kalla. (Foto: JPNN)

batampos.co.id – Salah satu program Wakil Presiden M. Jusuf Kalla melalui pemerintah daerah dalam upaya mengubah sampah menjadi tenaga listrik hinga kini belum terlaksana sepenuhnya walau telah berulang kali dibicarakan di rapat kabinet.

“Ini sudah lima kali dibicarakan di kabinet soal sampah ini, khususnya sampah untuk menjadi listrik. Selama bertahun-tahun, ini lebih banyak ceritanya dibanding pelaksanaannya,” kata Wapres saat menghadiri Peringatan Hari Sampah Nasional 2016 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Wapres mendesak agar pemerintah daerah segera merealisasikan rencana pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah supaya tidak menjadi wacana yang tertunda pelaksanaannya.

“Yang terpenting, kepala daerah dan wali kota mempercepat pelaksanaan itu agar rencana pencanangan listrik itu jangan hanya menjadi pidato, melainkan juga dilaksanakan, termasuk juga pidato hari ini,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Kebijakan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah dan Percepatan Pembangkit Listrik berbasis Sampah. Nantinya Perusahaan Listrik Negara (PLN) diwajibkan untuk membeli listrik tersebut dan akan diatur mengenai harga belinya.

“Semua orang bilang sampah bisa menjadi listrik, tetapi begitu datang investor, pemda jadi punya macam-macam alasan dan kadang-kadang investor juga macam-macam alasannya, sehingga tidak jadi,” sambungnya.

Pemerintah berkomitmen untuk dapat menciptakan energi baru dan terbarukan sebesar 29 persen pada tahun 2030 mendatang.

 

(sam)

Respon Anda?

komentar