Jenazah Ibu Memeluk Anaknya Ditemukan di Laut

982
Pesona Indonesia
Tim SAR mengevakuasi korban tenggelamnya kapal Rafelia, Sabtu (5/3/2016). FOTO: BASARNAS for jpnn.com/batampos.co.id
Tim SAR mengevakuasi korban tenggelamnya kapal Rafelia, Sabtu (5/3/2016). FOTO: BASARNAS for jpnn.com/batampos.co.id

batampos.co.id -Kasih ibu memang sampai mati. Ya, mungkin itulah kata yang tepat menggambarkan betapa seorang ibu mencintai anaknya, meski ia harus kehilangan nyawa.

Peristiwa tenggelamnya KMP Rafelia di selat Bali menysahkan kisah tersendiri. Sejumlah penumpang yang dinyatakan hilang akhirnya ditemukan satu per satu dengan kondisi sudah meninggal.

Namun yang menguras air mata adalah ditemukannya penumpang seorang ibu yang memeluk erat anaknya, Sabtu (5/3/2016) lalu. Ibu itu bernama Masruroh dan anaknya yang baru berusia 18 bulan bernama M Ramlan. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal. Si anak tetap dalam dekapan sang ibu.

“Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. Telah ditemukan tiga jenazah korban tenggelamnya KMP Ravelia. Salah satunya anak dan ibu dalam kondisi berpelukan,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dalam akun resmi twitternya, Sabtu (5/3/2016).

Selain ibu dan anak, salah seorang supir truk bernama Agustya juga telah ditemukan. Kondisinya juga tewas. Dikabarkan Agustya ditemukan terjepit di salah satu sisi truk.

Masruroh dan anaknya ditemukan di ruang penumpang dengan posisi mengambang. Korban Masruroh dan anaknya ditemukan pada pukul 10.36.

Sebelum menemukan Masruroh, tim SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, nelayan dan aparat Pemda Banyuwangi sudah lebih dahulu menemukan mayat laki-laki terapung di dek kapal pada pukul 10,00. Mayat itu adalah Agus Tia yang merupakan sopir truk.

Seperti diketahui, KMP Ravelia tenggelam di Selat Bali, tepatnya di dekat perairan Banyuwangi setelah saat bergerak dari Pelabuhan Gilimanuk Bali, menuju ke Ketapang, Banyuwangi, Jumat (4/3/2016). (nur/jpnn/batampos.co.id)

Respon Anda?

komentar