Pasokan Pangan ke Kepri Terancam Terganggu

505
Pesona Indonesia
Sumatera Barat salah satu sentra pangan, khusususnya beras. namun banjir yang melanda sejumlah wilayah berpotensi mengganggu pasokan pangan ke Kepri. Foto: istimewa
Sumatera Barat salah satu sentra pangan, khusususnya beras. namun banjir yang melanda sejumlah wilayah mengganggu musim tanam yang bisaberujung pada gangguan pasokan pangan ke Kepri. Foto: istimewa

batampos.co.id – Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Kepri mengingatkan adanya potensi terbatasnya pasokan bahan pangan ke Batam dari sentra produksi di beberapa daerah lain di Indonesia, seperti dari Jawa maupun Sumatera. Pasalnya, beberapa wilayah itu ditengarai mengalami pergeseran musim tanam akibat El Nino 2015 lalu dan potensi La Nina pada pertengahan tahun ini.

“Kondisi itu beresiko mengganggu pasokan bahan makanan ke Kepri,” kata Ketua II TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Sabtu (5/3/2016).

Karena itu, TPID mendesak agar ada percepatan kerjasama antar daerah dalam pemenuhan bahan pangan. Seperti yang sebelumnya pernah dirintis dengan menggandeng Provinsi Jambi yang dinilai dekat dengan Kepri sekaligus terjamin ketersediaan pasokan pangan dan dengan harga murah.

Tak hanya itu, TPID yang juga beranggotakan pejabat lintas sektoral di Kepri itu juga mendorong agar masyarakat memanfaatkan area kosong yang masih tersedia untuk bercocok tanam.

“Termasuk lahan kosong di hinterland (pulau penyangga) untuk pertanian maupun peternakan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri tersebut.

Hal itu, sambung dia, selain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat juga diharapkan berimbas terhadap kokohnya ketahanan pangan lokal yang selama ini selalu bergantung dengan daerah lain.

Terkait upaya menjaga pergerakan harga agar stabil, Gusti juga mendorong percepatan penyediaan atau pembangunan infrastruktur pasar induk, gudang, cold storage (penyimpanan beku), pelabuhan maupun infrastruktur lainnya.

“Yang secara strategis dapat mempengaruhi pergerakan harga komoditas bahan pangan sesuai kebutuhan daerah,” katanya. (rna)

Respon Anda?

komentar