RSBP Batam Hadirkan Layanan Spesialis Kanker

1310
Pesona Indonesia
Ilustrasi penangangan kanker. Foto: istimewa
Ilustrasi penangangan kanker. Foto: istimewa

batampos.co.id – Semakin meningkatnya penderita penyakit kanker payudara di Indonesia, membuat wanita merasa waspada. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab di antaranya, faktor internal (gen) dan eksternal seperti makanan atau radiasi.

Humas Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Wawan mengatakan saat ini Batam masih kekurangan tenaga specialis onkologi atau spsialis yang khusus mempelajari dan merawat kanker payudara.

“Baru dua, yang pertama RSUD, yang kedua kita (RSBP, red) lah,” kata dia, Sabtu (5/3/2016).

Dokter Joshua Partogi Saing, SpB(K) Onk., menjelaskan kanker payudara merupakan salah satu momok bagi kaum hawa. Kebanyakan dari mereka datang ke rumah sakit ketika sudah memasuki stadium 3 atau 4.

“Inilah yang bahaya,” kata Joshua.

Kanker payudara bisa dideteksi secara dini dengan melakukan pemeriksaan sendiri, jika merasa ada benjolan atau rasa nyeri pada area payudara segeralah memeriksakan diri. Pengobatan secara dini membuat wanita tidak kehilangan payudaranya. Dan keberhasilan terbebas bisa mencapai 95 persen.

“Kanker payudara biasanya benjolan muncul di bagian kanan atas payudara,” jelas Pria yang baru menyelesaikan pendidikan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ini.

Wanita bisa memeriksakan payudara secara berkala dan sesuai dengan umur. Mulai dari satu bulan hingga sekali enam bulan sekali.

“Selama ini yang datang untuk berkonsultasi masih usia produktif, antara 20 hingga 25 tahun,” ujarnya.

Ia berharap dengan dibukanya specialis onkologi di RSBP dapat membantu masyarakat khususnya para wanita untuk mendapatkan perawatan sekaligus edukasi mengenai kanker payudara.

“Kedepan kita akan bekerjasama dengan yayasan kanker indonesia untuk mensosialisasikan kanker payudara ke masyarakat banyak,” tutupnya. (cr17)

Respon Anda?

komentar