Waspada! Sindikat Narkoba Sasar Pesantren

441
Pesona Indonesia
Budi Waseso (Buwas), kepala BNN. Foto: istimewa
Budi Waseso (Buwas), kepala BNN. Foto: istimewa

batampos.co.id – Sindikat narkoba semakin berani. Di Indonesia, mereka kini menyasar pesantren-pesantren. Santri yang tidak bisa membedakan ineks dengan vitamin.

“Kami menemukan adanya penggunaan narkotika oleh santri di salah satu Pesantren di Jawa Timur,” ujar Kepala Badan Narkotika (BNN) Komjen Budi Waseso kepada JPNN (grup batampos.co.id), Sabtu (5/3/2016) lalu.‎

Celaknya, pemasok narkoba itu mendokrim santri kalau menggunakan “obat” tersebut mampu meningkatkan stamina, sehingga kuat berzikir dalam waktu yang lama.

Narkotika itu dipakai untuk memberi stamina agar lebih kuat berzikir.  “Santri tersebut mengira barang yang diterimanya itu vitamin. Akhirnya, dikonsumsi agar bisa berzikir lebih lama. Dia gak tahu kalau itu ternyata ekstasi,” ujarnya.

Ketidaktahuan santri dalam membedakan narkotika dengan vitamin inilah yang menjadi masalah. Hal itu dimanfaatkan jaringan narkotika. “Pemahaman yang salah seperti ini perlu diperbaiki,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Buwas ini menuturkan bahwa ini menunjukkan bagaimana keinginan kuat dari jaringan narkotika menambah pangsa pasar.

“Mengerikannya di situ, mereka sengaja menyasar pesantren,” ujarnya.

Mantan Kabareskrim mengatakan pertahanan keamanan seperti Polri dan TNI, melihat lembaga agama seperti pesantren merupakan bentuk pertahanan jiwa bangsa dan negara ini.  “BNN tidak akan tinggal diam,” tegasnya. (nur/jpnn)

Respon Anda?

komentar