5 Tahun Dilarang Jenguk Ibu, Suami Pilih Ceraikan Istri

650
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Donwori, 35, memilih ceraikan istri demi ibunda tercinta. Sejak menikahi Sephia, Donwori Tidak pernah menjenguk ibunya. Padahal jarak mereka dekat Surabaya – Malang

“Saya dilarang istri,” kata Donwori.

Dengan dalih takut dengan istri, Donwori pun harus memendam rasa rindu kepada sang bunda.

“Semoga ibu memaafkan saya,” kata Donwori ketika proses sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama, Klas 1A Surabaya, Rabu (2/3).

Dengan mata berkaca-kaca, Donwori mulai pasrah dengan kehidupan rumah tangga yang sudah diujung tanduk.

Dia pun berharap ingin segera berpisah dan bertemu dengan sang ibu di Malang.

“Pokoknya saya harus sungkem sama ibu, entah ibu memaafkan saya atau tidak,” kata Donwori mulai sesenggukan.

Menurut Donwori, ibunya adalah sosok yang baik dan sangat pekerja keras. Sejak usia 40 tahun, ibunya sudah ditinggal ayahnya.

Sehingga, ibunya saja yang menjadi tulang punggung keluarga. Bermodal tanah seperempat hektar dan buruh tani ke sawah orang lain, ibundanya berhasil menyekolahkan kelima anaknya.

Kelima anaknya kuliah di PTN ternama di Malang dan Surabaya. Termasuk, Donwori yang bekerja di PTN Surabaya.

Hingga, akhirnya Donwori bertemu dengan Sephia dan menikahinya. Sebelum menikah, kelima anaknya sangat perhatian pada ibu.

Perubahan terjadi ketika kelima anaknya menikah dengan wanita-pria yang dicintainya. Semua anaknya tak mau tinggal dan menjenguk ibunya di Malang.

“Saya awalnya yang paling menolak sikap mas dan mbak, pernikahan awal saya masih nyambangi ibu. Lama-lama terpengaruh istri,” kata Donwori.

Selalu ada alasan untuk tidak ke Malang. Misalnya, tidak ada uang, malas atau pun sibuk merawat anak. Begitu pula dengan keempat kakaknya.

Alasannya hampir mirip. Namun, lebih tragis daripada alasan Donwori. Seperti malas ketemu ibu yang sudah tua dan terlalu jauh karena tidak menguntungkan.

“Ngabiskan uang katanya kalau pulang ke Malang,” jelasnya.

Meski dibenci oleh anak dan mantunya, sang ibu tak pernah mengeluh. Bahkan, terkadang mengirim surat lewat kantor pos kepada kelima anaknya.

“Saya kumpulkan dan sembunyikan surat ibu. Takut ketahuan istri,”jelasnya.

Bagi Donwori, perpisahannya dengan Sephia makin membuka peluang untuk kembali dengan ibunya.

“Saya ingin cari kerja di Malang saja. Bisa merawat ibu disisa hidupnya,” kata Donwori dengan mata berkaca. (Umi Hany Akasah, Radar Surabaya)

Respon Anda?

komentar